Pemko Harus Rangsang Swasta

0
555
ANGGOTA Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang melihat perpustakaan sekolah di Tanjungpinang, belum lama ini.F-martunas/tanjungpinang pos

Beri Pelatihan Manajemen dan Bantu Ciptakan Keunggulannya

Saat ini, sejumlah sekolah swasta di Tanjungpinang nyaris kolaps. Karena itu, Pemko melalui Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang diminta agar memberi rangsangan.

TANJUNGPINANG – ANGGOTA Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang Beni SH, MM mengatakan, apabila pemerintah daerah tidak memperhatikan sekolah-sekolah swasta yang mulai megap-megap, maka nasib mereka tidak tertutup kemungkinan akan tutup. Padahal, swasta berdiri untuk membantu pemerintah menyediakan sarana pendidikan bagi anak-anak Tanjungpinang.

Disdik harus memberikan pelatihan manajemen agar bisa mengelola sekolahnya. Kemudian, Disdik harusnya membantu pihak swasta melengkapi sarana prasarananya sekaligus membantu swasta agar memiliki salah satu keunggulan tertentu.

Dengan demikian, swasta bisa bertahan hidup. Siswa akan mendaftar ke sekolah itu apabila ada keunggulannya.

Beni mencontohkan, jika sekolah itu hendak dijadikan memiliki keunggulan bidang komputer, maka bantu pengedaan komputernya. Jika sekolah itu ingin dijadikan memiliki keunggulan di bidang bahasa, maka bantu keperluannya.

Baca Juga :  Siapkan Siswa Hadapi Era Modern

”Misalnya sekolah itu mau unggul di bidang Bahasa Inggris, maka bantu apa yang diperlukan. Jadi sekolah itu tidak mati satu per satu,” ujar Beni kepada Tanjungpinang Pos via ponselnya, Senin (26/3) kemarin.

Dijelaskannya, saat ini sekolah Bintan dan GPIB yang di berada di pusat kota siswanya sangat minim. Dan masih ada swasta lainnya dengan nasib yang sama, pemerintah harus turun ke sekolah itu dan duduk bersama untuk membahas apa yang bisa diberikan pemerintah menghidupkan kembali sekolah itu.

Pemerintah jangan berpikiran bahwa swasta harus bisa hidup mandiri meski kondisinya sudah seperti itu. Apabila swasta mati, maka tugas pemerintah makin berat. Kemudian, persaingan sekolah itu tidak kuat.

”Kalau swasta banyak, tugas pemerintah berkurang dan persaingan makin ketat. Sekolah (negeri dan swasta) akan berlomba-lomba meluluskan siswa yang cerdas. Lulusan yang cerdas, inilah yang sebenarnya diharapkan orangtua. Inilah yang diharapkan negara ini,” ungkapnya.

Baca Juga :  Guru Honor Berpeluang Diangkat P3K

Beni mengatakan, saat ini masih banyak warga Tanjungpinang yang melihat sekolah itu dari segi biaya. Kalau bisa gratis. Beda dengan di Batam, orangtua mencari tahu apa saja kelebihan sekolah itu, barulah mendaftarkan anaknya di sana.

Mereka tidak melihat biaya. Yang penting, anaknya pintar saat tamat nanti. Karena, ilmu pengetahuan lah yang hendak dicari di sekolah, bukan biaya murah atau biaya garis yang duluan dicari.

Beni juga mengatakan, Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang harus memperhatikan jumlah siswa di sekolah negeri. Kadang, jumlah siswa terlalu banyak dalam satu kelas. Ini memang hal yang sulit dituntaskan, sebab, keinginan orangtua tidak bisa juga dipaksakan untuk menyekolahkan anaknya di swasta, tergantung kemampuan ekonominya.

Baca Juga :  Pemkab Bintan Data Fisik Seluruh Sekolah

Saat ini, kebutuhan sekolah di Tanjungpinang dirasa masih kurang, namun, semakin banyak dibangun sekolah negeri, semakin terpuruk juga sekolah swasta. Ini dilema di Tanjungpinang. Sebab, saat ini banyak ruangan sekolah di negeri tidak terisi lantaran siswanya tidak ada.

”Sebenarnya kebutuhan ruangan di Tanjungpinang mencukupi jika orangtua siswa mau menyekolahkan anaknya di swasta, namun karena tidak mau menyekolahkannya di swasta, jadinya banyak ruangan yang kosong,” jelas Beni lagi.

Peran swasta harus ditingkatkan lagi, sehingga pendidikan di Tanjungpinang bisa kembali seperti masa kejayaannya beberapa puluh tahun silam. Dulu, Tanjungpinang ini merupakan kota pendidikan yang menjadi tempat tujuan warga daerah lainnya di Kepri untuk belajar di Tanjungpinang.(MARTUNAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here