Pemko Jajaki Kerjasama Daerah Penghasil Sembako

0
405
PASAR BARU: Warga Tanjungpinang saat membeli ikan teri di kawasan Pelantar II Tanjungpinang belum lama ini. f-abas/tanjungpinang pos

Tanjungpinang – Untuk mengendalikan inflasi di Kota Tanjungpinang, khususnya menekan harga kebutuhan bahan pokok di pasaran, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Tanjungpinang terus melakukan upaya dan strategi melalui rapat koordinasi TPID yang rutin dilaksanakan setiap bulannya.

Seperti rapat TPID yang dipimpin oleh staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Drs Ali Hisyam, berlangsung di Ruang Rapat Raja Haji Kantor Sekretariat Daerah Kota Tanjungpinang, Selasa (31/1) lalu.

Rapat tersebut turut dihadiri stakeholder terkait. Seperti Bulog, Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, BPS Kota Tanjungpinang, serta jajaran SKPD terkait.

Ali Hisyam, mengatakan untuk mengendalikan inflasi di Kota ini, Pemko telah berupaya menjaga ketahanan pangan. Salah satunya melakukan kerjasama dengan daerah penghasil.

Sementara dalam tata niaga, BUMD telah berperan aktif mengendalikan komoditi kebutuhan bahan pokok di pasaran.

”Dan, beberapa waktu lalu, Pemko telah melakukan penandatanganan MoU dengan Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta dan Sleman. Ke depan Pemko akan melakukan kerjasama dengan daerah penghasil di wilayah Pulau Sumatera,” tegasnya.

Sekretaris Kota Tanjungpinang Drs. Riono, M.Si selaku Ketua TPID Kota Tanjungpinang menyampaikan ucapan terimakasihnya, kepada semua pihak yang terlibat dalam tim pengendalian inflasi.

”Saya ucapkan terimakasih kepada bapak/ibu semua yang telah bekerjasama, bahu-membahu dalam upaya menekan inflasi di Kota Tanjungpinang,” tegasnya

”Saya berharap koordinasi terus kita jaga agar harga kebutuhan bahan pokok dipasaran dapat di kontrol. Sementara sistem administrasi memang agak sulit karena telah mengalami kenaikan harga,” ucapnya.

”Pemerintah dan stakeholter, akan terus berusaha untuk mengendalikan inflasi,” tegasnya.

Kepala Perum Urusan Logistik (Bulog), Umar Syarif, menyatakan bahwa ketersedian stok beras untuk saat ini, di gudang Bulog berkisar 2.200 ton.

Ketersedian stok beras ini diperkirakan akan memenuhi kebutuhan bagi masyarakat miskin (raskin) hingga 10 bulan ke depan. Untuk umum (komersil) saat ini masih cukup. Begitu juga dengan harga di pasaran masih sangat stabil.

Ia menjelaskan, untuk memenuhi kebutuhan beras bagi masyarakat, Bulog telah melakukan operasi pasar di beberapa wilayah di Kota Tanjungpinang.

Dan beras yang kita pasarkan adalah beras dengan kulitas medium. Namun, untuk jenis beras tersebut masih kurang diminati masyarakat. Pasalnya, warga sudah terbiasa mengkomsumsi beras dengan kualitas premium.

Karena itu, lanjut dia, Pemko akan mendatangkan sekitar 5.000 ton beras dengan kulaitas premium. Sehingga stok beras ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Februari mendatang.

Dari hasil pantauan yang dilakukan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang, Desi selaku Kepala Bidang (Kabid) menerangkan saat ini stok kebutuhan bahan pokok yang ada dipasaran seperti beras berjumlah 469 ton.

Minyak goreng 40.632 liter, tepung 14,5 ton, gula 55 ton dan telur 9.224 butir.

Dengan jumlah stok yang tersedia di pasaran tersebutakan cukup hingga 2 bulan ke depan. Mengingat dengan kondisi cuaca yang terjadi saat ini, ada beberapa komoditas kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan harga.

Di antaranya cabai merah naik Rp 2000 per kilognya, cabai rawait naik 8000 per kilo. Sedangkan cabai hijau mengalami penurunan sebesar Rp 3000 per kilo.

Tomat naik Rp 1000 per kilo untuk jenis ikan yang mengalami kenaikan hanya pada ikan tongkol naik berkisar Rp 4000, dan ikan Selikur naik Rp 1000.

”Sedangkan untuk harga kebutuhan bahan pokok lainnya tidak mengalami perubahan harga dan masih relatif normal,” terang Desi.(ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here