Pemko Kembangkan 14 Pulau Wisata

0
280
Salah satu lokasi di Pulau Abang yang akan dikembangkan Pemko Batam sebagai objek wisata baru di Batam. f-amazing indonesia.info
Pemerintah Kota (Pemko) Batam akan mengembangkan sejumlah pulau menjadi atraksi wisata. Ada 14 pulau kecil yang menjadi roadmap pengembangan pariwisata di Batam.

BATAM – ”Wisata kelautan itu masih menarik untuk dikembangkan,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud) Kota Batam Ardiwinata, belum lama ini di Batam.

Pulau-pulau tersebut yaitu Pulau Lumba di Kelurahan Kasu, Kecamatan Belakangpadang dengan luas 1.500 hektare, Pulau Teluk Dalam di Tanjunguncang, Pulau Abang Besar di Galang dengan luas 1.310 hektar. Kemudian Pulau Pengelap di Galang dengan luas 340 hektare, Pulau Dedap di Galang dengan luas 117 hektare.

Lalu ada Pulau Lengkana di Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Belakangpadang dengan luas 50 hektare dan Pulau Dendang di Sekanakraya, Belakangpadang dengan luas 71 hektare.

Selanjutnya Pulau Segayang di Sekanakraya, Belakangpadang dengan luas 20 hektare, Pulau Tunjuk di Subangmas, Galang dengan luas 15 hektare. Kemudian Pulau Jemara dengan luas 302 hektare di Subangmas, Galang, Pulau Karas di Galang dengan luas 540 hektare. Pulau Kapal Besar dan Kapal Kecil di Sekanakraya, Belakangpadang dengan luas 9 hektare dan 2 hektare, dan terakhir Pulau Dendang di Sekanakraya, Belakangpadang dengan luas 20 hektare.

Namun, untuk mengembangkan pariwisata di sana, Pemerintah Kota (Pemko) Batam akan mencoba menarik investor. ”Kita akan cari investor yang berminat untuk kembangkan pariwisata di sana,” paparnya. Sebelumnya, Ardi mengatakan ada sejumlah investor yang telah menemui Wali Kota Batam Muhammad Rudi untuk mempresentasikan rencana pengembangannya.

Lebih lanjut, Ketua Batam Heritage Society Eddy Sooetrisno mengungkapkan pelebaran jalan yang dibangun memudahkan akses ke kawasan wisata baru yang potensial. Contohnya kawasan wisata di seputar Pulau Rempang dan Galang. ”Potensinya wisata di Rempang dan Galang itu besar, apalagi untuk mengembangkan wisata bahari berbasis ekologi. (hms)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here