Pemko Minta 1.000 Jalan

0
526
Wako Batam HM Rudi dan Wawako Batam Amsakar Achmad meninjau jalan ke kawasan pusat kuliner bersama konsultan dan OPD, belum lama ini.f-istimewa/humas pemko batam

Pemko Batam meminta ruas jalan sebanyak 1.000 titik menjadi aset daerah ke Badan Pengusahaan Batam (BP) termasuk ruas jalan lingkungan.

BATAM – Pansus Ranperda Aset Barang Milik Daerah DPRD Batam menyampaikan pengesahan Ranperda menjadi Perda, Snein (23/7).

Dalam laporan Pansus disampaikan sejumlah poin yang menjadi rekomendasi dewan. Diantaranya, mendorong peralihan hak atas sekitar seribuan ruas jalan di Batam. Ketua Pansus Ranperda Aset Barang Milik Daerah DPRD Batam, Udin P Sihaloho, mengatakan, dewan mendorong Pemko Batam untuk realisasi peralihan aset. ”Kita menggesa peralihan aset dari BP, termasuk 1.000 ruas jalan yang belum dialihkan dari BP ke Pemko,” kata Udin sebelum paripurna pengesahan Ranperda.

Baca Juga :  Tanjunguma Jadi Berkilau

Diingatkannya, mereka mendorong percepatan peralihan aset jalan itu karena tiap tahun pembangunan dan pemeliharaan jalan menghabiskan APBD ratusan miliar rupiah. Sementara status jalan, bukan aset yang sudah resmi milik Pemko.

”Karena ini menyedot anggaran Pemko lumayan besar. Jadi seharusnya diberikan ke Pemko karena menghabiskan jalan ratusan miliar tiap tahun,” tegas Udin.

Karena itu, Pansus diakui meminta Pemko untuk menggesa peralihan aset, terutama jalan yang sudah jelas anggarannya tiap tahun dialokasikan dari Pemko. ”Substansinya, legalitas dari barang milik daerah. Ada kepastian hukum. Jangan kita mengklaim jalan milik kita, tapi ternyata bukan kita,” imbaunya.

Baca Juga :  PLN Batam Berbagi dengan 1.000 Anak Yatim

Di sisi lain, Udin mengapresiasi tim pansus yang sudah bekerja, setelah sempat menunda pengesahan. Pengesahan ditunda, karena menunggu hibah dari BP ke Pemko.

Saat ini, BP sudah menandatangani serah terima lima aset, sebelumnya. Diantaranya, perkantoran Pemko Batam, Masjid Raya, Masjid Baturahman Batuaji, Pasar Jodoh dan instralasi TPA Punggur.

”Apa yang sudah bisa dihibahkan, akan dianggarkan di APBD untuk pengelolaannya. Soal hibah ini, kita sudah menerima surat Menkeu yang disahkan menjadi milik daerah,” imbuhnya.

Dengan demikian, aset Pemko Batam untuk laporan tahun depan, akan meningkat. Dimana, sebelumnya Pemko melaporkan perubahan ekuitas atau modal aset hingga 31 Desember 2017, dari sebelumnya Rp3,746 triliun dan ekuitas akhir sebesar Rp3,87 triliun. (MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here