Pemko Minta Bantuan Pemprov Bersihkan Limbah Pantai

0
29
LIMBAH minyak hitam yang mencemari Pantai Nongsa Batam, pekan lalu. F-ISTIMEWA

BATAM – Pemerintah Kota Batam, meminta Pemprov Kepri membantu anggaran untuk membersihkan limbah di pantai di Batam.

Terutama limbah tumpahan minyak di pantai kawasan Pulau Air Raja, Kecamatan Galang, Batam. Diperkirakan, tumpahan limbah minyak sekiter 37,23 meter kubik atau sebanyak 186 drum.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, Herman Rozie di Batam Centre mengatakan, pihaknya sudah melaporkan kejadian ini ke Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

”Kami juga sudah menyurati Pemprov Kepri, untuk meminta bantuan dana pembersihan limbah,” ungkap Herman.

Permintaan bantuan Pemprov Kepri untuk membersihkan limbah di pantai di Batam, diakui dilakukan, karena ini wilayah kewenangan Provinsi. Dimana, biaya yang dibutuhkan untuk pembersihan di Pulau Air Raja ini diperkirakan sebesar Rp275 juta.

”Kita juga tidak ada dana untuk membersihkannya, maka kita minta bantuan dana dari Provinsi. Kemarin sudah kita surati,” bebernya.

Limbah tumpahan minyak tak hanya mengotori pantai kawasan Nongsa Batam. Tapi juga ditemukan di daratan Pulau Air Raja, Kecamatan Galang. ”Di Air Raja itu ada sekitar 4 kilometer pantai yang terkena limbah tumpahan minyak ini,” kata Herman.

Laporan mengenai limbah minyak hitam di Air Raja ini DLH terima dari masyarakat setempat pada 27 Maret lalu. DLH juga sudah menurunkan tim untuk melihat kondisi di lapangan.

”Pantauan petugas kami, diperkirakan timbunan limbah minyaknya mencapai 37,23 meter kubik atau sebanyak 186 drum,” sebutnya.

Selain ke Air Raja, DLH juga menurunkan tim untuk pembersihan limbah tumpahan minyak di pantai Nongsa. Ada tiga lokasi yang dibersihkan yakni Nongsa Village, Turi Beach, dan Teluk Mata Ikan. Tim yang berjumlah 30-an orang turun selama dua hari, Rabu-Kamis (10-11/4).

”Estimasi jumlah terkumpul 500 baby bag. Kita kumpul dulu sambil menunggu koordinasi dengan provinsi,” kata dia.

Herman mengatakan untuk sementara limbah minyak yang terkumpul disimpan di lokasi sampai selesai semua proses pembersihan.

Jika sudah selesai akan dibawa ke perusahaan pengumpul atau pengolah limbah di KPLI. Atau nanti disesuaikan dengan arahan dari BLH Provinsi Kepri sebagai instansi yang memiliki dana dan kewenangan. (mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here