Pemko Minta Dua Proyek Jembatan ke Presiden

0
1422
JEMBATAN: Inilah pulau Bayan, berada di tengah-tengah antara Kampung Bugis dan Rimba Jaya. Foto diambil dari udara.f-adly bara/tanjungpinang

Rimba Jaya-Pulau Bayan-Kampung Bugis akan Terhubung

Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang mengajukan usulan untuk pembangunan senilai Rp 300 miliar ke pemerintah pusat. Agar usulan itu terwujud, Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah langsung mengajukan proposal ke Presiden RI Joko Widodo dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di Jakarta.

Tanjungpinang – Dua jembatan yang diusulkan dibangun, yaitu pembangunan jembatan dari Rimba Jaya-Pulau Bayan–Kampung Bugis dan jembatan dari Madong ke Sungai Nyirih.

”Mudahan Bappenas bisa menganggarkan tahun 2018 ini,” kata Lis Darmansyah, kemarin.

Kata Lis, proposal sudah serahkan langsung ke Presiden RI, Jokowi tinggal pemerintah daerah mengekspos rencana pembangunan di depan presiden. Bila j embatan ini terwujud maka perputaran ekonomi di Tanjungpinang semakin mengeliat.

”Untuk membangun Ibu Kota Provinsi Kepri Tanjungpinang, tidak boleh setengah-setengah atau keinginan kemaupan kepala daerah masing-masing. Tak boleh sesuai selera partai masing-masing,” kata Lis

Menurut Lis, kedua jembatan yang akan dibangun Pemko Tanjungpinang, ada kaitanya dengan jalan lingkar yang akan dibangun oleh Pemko Tanjungpinang dan Pemprov Kepri termasuk Pemkab Bintan. Tak lain, untuk mengatasi kemacetan kendaraan di Pulau Bintan ke depanya.

Baca Juga :  Antisipasi Kebakaran, Polres Tanjungpinang Gelar Apel Terpadu

“Hilangkan ego masing-masing. Sama-sama membangun ibu Kota Provinsi Kepri dengan baik,” tegasnya.

Lis terus berusaha agar rencana pembangunan dua jembatan bisa terwujud. Dan, warga Tanjungpinang ingin ke Kampung Bugis, sudah ada pilihan, mau lewat darat ke Senggarang atau langsung menghubungkan jembatan.

“Dua tahun lalu, rencana ini sudah diimpikan Pemko. DEDnya sudah dibuat dengan konsep cukup indah dan teknologi baru,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Bappenas RI Bambang Brodjonegoro. Provinsi ini pun didorong untuk mengimbangi Singapura. Untuk itu, pembangunan harus berkelas dunia, termasuk Batam dan Kota Tanjungpinang.

“Harus di Kepri ada pelabuhan yang menjadi seperti Singapura,” kata Bambang saat Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) dalam Rangka Penyelarasan Kebijakan Pembangunan Nasional dan Daerah Tahun 2018 di Hotel Harmoni One, Batam, Selasa (21/2) malam.

Tahun 2018, beberapa fokus sektor unggulan adalah pertanian, industri pengolahan dan pariwisata. Di Kepri, Bambang melihat pariwisata dan industri pengolahan sangat bisa berkembang pesat. Demikian juga dengan pertanian.

Semua sektor ini bisa membuka lapangan kerja yang besar.

Baca Juga :  PT Pekanbaru Nyatakan M Apriyandi Bebas

Bambang juga menginginkan terus ada sinkronisasi dan koordinasi yang semakin baik antara pusat dan daerah. Bambang minta setiap provinsi terus berinovasi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Bambang berpesan, agar pergerakan ekonomi daerah tidak hanya tergantung pada APBN dan APBD. Gali dan terus dorong potensi swasta.

Presiden Jokowi ingin ekonomi daerah tumbuh setinggi-tingginya. Daerah jangan hanya ikut langgam pusat. Buat kebijakan yang ikut mendukung peningkatan ekonomi masyarakat.

Mengatasi kemacetan ditengah tengah kota Tanjungpinang berencana membuat jalan lingkar. Peyiapan Detailed Engineering Design (DED) sedang dilakukan.

Hal itu diungkap Wakil Wali Kota Tanjungpinang H Syahrul menyebutkan, saat ini Pemko Tanjungpinang dan Pemprov Kepri sedang menyiampakan DED pembangunan jalan lingkar. Setelah selesai penyusunan baru diserahkan kepada pusat.

“Sedang melakukan penyiapan dan penyusunan DED,” kata Syahrul Rabu (1/3).

Kemacetan lalu lintas kendaraan di kota selama ini disebabkan oleh banyaknya kendaraan yang makin bertambah. Sesuai dengan rancangan tata ruang wilayah perkotaan pihaknya telah menyiapkan rencana strategis untuk pembangunan jalan lingkar.

“Mau tidak mau harus diadakan jalan lingkar memecahkan kemacetan ditengan kota,” ungkapnya.

Baca Juga :  Disdukcapil Batasi Pelayanan, Warga Protes

Menurutnya, jalan-jalan di kota Tanjungpinang sudah tidak bisa lagi dilakukan pelebaran jalan.

Jalan lingkar merupakan solusi jangka panggang memecahkan kemacetan di tengah- tengah kota Tanjungpinang.

Selain pembangunan jalan lingkar mengatasi kemacetan Pemko Tanjungpinang juga melakukan pembenahan pembangunan sekolah sekolah yang akan di fokuskan di Kecamatan Tanjungpinang Timur.

Syahrul menyebutkan, semenjak tahun 2016 pembangunan sekolah diarahkan ke Tanjungpinang Timur sehingga tidak semua wali murid turun secara bersama sama ke arah perkotaan untuk mengantar anak anaknya sekolah.

Sekitar 60 persen pertumbuhan penduduk kota Tanjungpinang berada di kecamatan Tanjungpinang Timur sementara sekolah sekolah berada di Kecamatan Tanjungpinang Barat dan Kecamatan Bukit Bestari ini juga menjadi penyebab kemacetan.

Sehingga, kendaraan baik digunakan orang tua dan anak sekolah semuanya turun pada pagi hari yang menyebabkan kemacetan.

“Selain bertambahnya kendaraan juga pertumbuhan penduduk yang tidak merata juga penyebab kemacetan,” ujarnya.(cr27)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here