Pemko Minta Pasar Induk Dikosongkan

0
47
Suasana Pasar Induk Jodoh yang kini semakin memprihatinkan. f-istimewa

BATAM – Pengosongan pasar Induk Jodoh akan dilakukan tim yang dimotori Satpol PP Pemko Batam. Batas waktu pengosongan sudah ditentukan. Selanjutnya, semua pedagang di pasar Induk Jodoh, wajib pindah ke lapak sementara, yang disiap Pemko Batam, disamping Pasar Induk. Surat peringatan sebelumnya sudah diberikan kepada pedagang.

Hal itu disampaikan Kabid Trantibum Satpol PP Batam, Imam Tohari di Batamcenter, pengosongan Pasar Induk, dilakukan, Selasa (28/8). Sebelum itu, pedagang diminta melakukan pemindahan barang sendiri. Jika tidak, maka pengosongan dilakuakn Satpol PP bersama tim.

”Kami sudah kasih Surat Peringatan (SP) Bongkar. Termasuk pedagang buah pinggir jalan harus bongkar sendiri,” tegasnya.

Tidak hanya di dalam pasar Induk, namun juga pedagang buah di pinggir jalan. Mereka diminta untuk membongkar sendiri lapak dagangannya dan pindah ke kios yang telah disiapkan. Dengan demikian, jika tidak dilakuakan pemindahan oleh pemilik lapak, pihaknya akan menindaklanjuti sebelum masuk tahap persiapan pengosongan.

”Di masa pengosongan nanti kita tempatkan anggota untuk jaga, supaya mereka tidak kembali masuk ke dalam,” tuturnya.

Meski begitu, Imam yakin pedagang tidak akan kembali ke lokasi sekarang. Karena bangunan pasar induk akan segera diratakan dengan tanah. Selain itu aliran listrik juga akan segera dicabut. Pengosongan bangunan awalnya direncanakan seminggu setelah peninjauan lokasi kios sementara oleh Walikota dan Wakil Walikota Batam.

”Seharusnya pengosongan beberapa hari lalu. Tapi karena pertimbangan HUT RI dan Idul Adha, makanya kita tunda,” jelas dia.

Berdasarkan data Satpol PP, terdapat 86 pedagang aktif di dalam Pasar Induk dan 27 pedagang buah di tepi jalan raya Jodoh tersebut. Sebelumnya Satpol PP sudah lakukan sosialisasi dan memberikan surat peringatan untuk pindah ke kios sementara. Jumlah kios baru yang siap ditempati pedagang ada sekitar 200-an.

”Tiga bulan pertama gratis. Selanjutnya mereka sewa ke pemilik kios. Saya sudah minta Camat untuk dudukkan betul sama pemiliknya, supaya tidak ribut,” kata Wali Kota Batam, HM Rudi, saat meninjau lokasi beberapa waktu lalu.

Pembagian ruang kios nanti akan dilakukan melalui pengundian nomor. Agar tidak ada yang berebut untuk mendapatkan posisi di depan. Rudi mengatakan setelah seluruh pedagang di dalam pasar induk keluar, Pemerintah Kota Batam akan memulai proses pembongkaran bangunan. Proses dimulai dengan menyelesaikan administrasi penghapusan aset.

”Setelah penghapusan aset baru kita buka. Kita bongkar semua karena bangunannya sudah miring,” ujarnya. (MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here