Pemko Mulai Pasang Tapping Box

0
71
Wakil Walikota Tanjungpinang Hj Rahma memegang perangkat Tapping Box yang dipasang di Hotel CK Tanjungpinang, Senin (29/10). f-abas/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Pemko Tanjungpinang melalui Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Tanjungpinang, mulai memasang alat Tapping Box di sejumlah hotel dan restoran, Senin (29/10).

Pemasangan alat Tapping Box ini bertujuan untuk mendukung transparasi pembayaran pajak oleh Wajib Pajak (WP) di Kota Tanjungpinang.

Bekerja sama dengan Bank Riau Kepri (BRK), BPPRD Kota Tanjungpinang sudah memasang pasang alat perekaman transaksi pada objek Tapping Box di CK Hotel Tanjungpinang, Karaoke Inul Vista, Rumah Makan Bakar-bakar, Rumah Padang Sederhana Tepilaut, Sop Ikan Aulia. Dan, ke depanya akan di pasang 300 Tapping Box kepada pelaku usaha restoran dan hotel di Tanjungpinang

Tapping Box pertama yang dipasang di Hotel CK, disaksikan langsung Wakil Walikota Tanjungpinang Hj Rahma, Kasatpol PP Tanjungpinang, Efendi, Asisten I Pemko Tanjungpinang, Irwan, Plt. Kepala BPPRD Kota Tanjungpinang, Hj. Riany, S.Sos dan pihak hotel.

Wakil Walikota Tanjungpinang Hj Rahma mengatakan, penerapan sistem pajak online merupakan bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) untuk meningkatkan pendapatan daerah. Pemasangan difokuskan kepada seluruh wajib pajak dan bersifat wajib, oleh sebab itu wajib pajak tidak bisa menolak jika sudah ditetapkan pemerintah.

Rahma mengatakan, sistem kerja alat tersebut, setelah dipasang langsung terkoneksi dengan server yang telah di pasang oleh pemerintah di BPPRD. Jadi, wajib pajak tidak bisa lagi menghindar tidak membayar pajak, atau membayar pajak, namun tidak transparan.

Meskipun alat Tapping Box dimatikan, pegawai pajak tahu. ”Jadi, jangan coba-coba mematikan atau tidak transparan,” ujarnya.

”Kita imbau semua wajib pajak melakukan self assessment dengan sebaik baiknya. Kita optimalkan pajak daerah untuk pembangunan Kota Tanjungpinang. Dari kita untuk kita,” ujarnya, kemarin.

Ia berharap semua pelaku usaha menggunakan Tapping Box. Sedangkan jumlah alat Tapping Box tersedia.

Sambung dia, seluruh peralatan Tapping Box gratis. Jadi, bagi wajib pajak yang bandel, sudah dipasang Tapping Box, tapi tidak dimanfaatkan, diberikan sanksi. ”Sanksinya bisa izin usahanya dicabut,” ujarnya.

Kemudian, sistem tersebut juga terkoneksi dengan tim yang ada di Komisi Pemerantas Korupsi (KPK). ”Transaksi langsung diawasi oleh KPK. Alat ini bukan daerah kita saja di pasang, tapi daerah lainnya sudah melakukan hal itu,” ujarnya.

Sambung dia, nanti dalam satu pekan, ada tim yang turun langsung untuk mengawasi, bisa saja tim itu tim dari KPK, atau pihak penegak hukum lainnya. Sambung dia, seluruh pelaku usaha, restoran, hotel dan cafe, tempat hiburan akan di pasang Tapping Box. Ini dilakukan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Untuk meningkatkan PAD demi kesejahteraan masyarakat.

”Kami pasang Tapping Box tidak merugikan pengusaha. Sama-sama menguntung demi pembangunan daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Plt. Kepala BPPRD Kota Tanjungpinang, Hj. Riany, menambahkan, bagi pegawai BPPRD Kota Tanjungpinang, yang coba-coba bermain dan mencoba bermain pajak, ia tak segan-segan untuk memberikan sanksi tegas.

”Pemasangan Tapping Box bukan di daerah kita saja. Jadi, tidak ada alasan bagi pengusaha untuk menolaknya,” ujarnya.

Sambung dia, BPPRD Kota Tanjungpinang secara bertahap akan terus melakukan pemasangan Tapping Box secara gratis. ”Kalau ada yang meminta-minta uang pemasangan Tapping Box, itu tidak benar,” ujarnya.

Sambung dia, sistem kerjanya, setelah dipasang dan transaksi langsung tercatat.

Menurutnya, semua transaksi akan terekam dan biaya yang harus dibayar oleh pengusaha, sudah tercatat secara otomatis.

Sambung dia, alat tersebut dipasang tak lain bertujuan untuk upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor pajak dan mendukung transparansi pembayaran pajak oleh wajib pajak.

Ia juga membeberkan, yang harus dipahami, aplikasi ini bukan mengambil keuntungan dari pengusaha. Tapi ini memang menjadi hak pemerintah.

”Sebagai contoh, orang yang menginap di hotel akan otomatis terkena pajak saat melakukan pembayaran, pihak hotel tidak akan ada kerugian. Begitu juga restoran,” ujarnya.

Kata dia, dengan adanya penerapan Mapping Box akan lebih meningkatkan pendapatan daerah, tentunya memberikan efek pada peningkatan pembangunan daerah, dengan tujuan guna mensejahterakaan masyarakat Kota Tanjungpinang. (bas) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here