Pemko Naikkan Gaji Guru TK dan Guru Honor

0
112
KEPALA Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang Dadang AG saat memeriksa siswa baru yang berbaris di Lapangan Pamedan, belum lama ini. F-martunas/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Janji Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang H Syahrul-Hj Rahma untuk memberikan perhatian kepada tenaga pendidik honorer akan dipenuhi tahun 2019 mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Dadang AG mengatakan, saat ini gaji guru Taman Kanak-Kanak (TK) dan guru honorer SD-SMP negeri sekitar Rp400 ribu per bulan.

Gaji tersebut diperoleh dari Pemko Tanjungpinang yang anggarannya diplot di APBD. Namun, dari sekitar 800-an guru TK dan guru honor di Tanjungpinang, hanya 400 orang yang menerima gaji dari APBD. Selebihnya menerima gaji dari pihak sekolah.

Rencananya, mulai tahun 2019 nanti, seluruh guru TK dan guru honor SD-SMP gajinya akan disiapkan di APBD. Sehingga pihak sekolah tidak lagi terbebani untuk membayar gaji mereka.

Saat ditanya, apakah dengan mengambil alih penggajian guru TK dan guru honor SD-SMP, pendapatan mereka semakin baik? Dadang mengatakan, saat ini masih ada guru honor yang digaji Rp150 ribu hingga Rp300 ribu sebulan.

Tahun 2019 nanti, Pemko rencananya akan menaikkan gaji mereka dari yang selama ini hanya Rp400 ribu sebulan menjadi Rp600 ribu hingga Rp800 ribu sebulan.

”Kalau saat ini gaji mereka Rp400 ribu sebulan dan sekitar 400 orang saja yang dapat dari 800-an guru TK dan guru honor SD-SMP. Tahun depan, rencananya kita bayar semua dan kita naikkan,” jelas Dadang, kemarin.

Namun mantan Kadispora Pemprov Kepri ini belum bisa memastikan berapa kenaikan gaji guru TK dan guru honor SD-SMP nanti. Saat ini masih dibahas Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemko Tanjungpinang.

Tapi dia berharap, seandainya anggaran mencukupi, agar gaji guru TK dan guru honor SD-SMP bisa mencapai Rp800 ribu sebulan.

Program Syahrul-Rahma juga akan memberikan insentif kepada guru Taman Pendidikan Alquran (TPA), guru sekolah minggu dan guru pengajar anak-anak agama lainnya yang ada di Tanjungpinang.

Saat ini masih dihitung jumlah guru yang berhak menerima dan berapa insentif yang akan diberikan sebulan atau setahun. Namun, sebagai gambarannya, kemungkinan insentif akan diberikan per tahun yakni Rp1 juta.

Untuk urusan guru TPA, guru sekolah minggu dan lainnya berada di Biro Kesra Pemko Tanjungpinang, bukan di Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang.

”Data-data guru TPA, guru sekolah minggu dan guruu-guru agama yang lain ada di Kesra. Mereka yang mengurusi tentang agama. Kalau kita mengurusi yang bagian pendidikan. Jadi saya tak tahu berapa jumlah guru TPA, guru sekolah minggu yang akan menerimanya nanti,” jelas Dadang singkat.

Dadang juga menambahkan, guru-guru yang akan menerima gaji dari APBD tahun depan sudah didata Disdik dan data ini juga diperoleh dari seluruh sekolah negeri di Tanjungpinang. Sedangkan guru honor SMA sederajat bukan lagi urusan Pemko sejak kewenangannya dialihkan dari kabupaten/kota ke pemerintah provinsi sejak Januari 2017 sesuai UU No.23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Dadang mengatakan, apabila gaji guru TK dan guru honor SD-SMP sudah dianggarkan di APBD tahun 2019, maka guru yang selama ini digaji pihak sekolah tidak boleh lagi mengeluarkan anggaran untuk mereka.

”Karena tidak boleh double pembayaran. Kalau sudah dianggarkan di APBD, maka tak ada lagi gaji dari sekolah. Hanya satu sumber gaji dari pemerintah,” ungkapnya.

Ketika ditanya apakah guru honor yang diterima tahun 2019 nanti akan dibayarkan gajinya dari APBD sementara namanya belum masuk data base, Dadang mengatakan, khusus yang seperti ini gajinya tetap dari sekolah yang bersangkutan.

”Misalnya, tahun depan ada sekolah yang gurunya pindah atau pensiun dan mereka kekurangan guru, sehingga pihak sekolah menerima guru komite, gajinya tetap dari sekolah itu,” katanya mencontohkan.

Dadang mengatakan, secara umum, jumlah guru honor di Kepri ini lebih banyak jika dibandingkan jumlah guru PNS (Pegawai Negeri Sipil). Adapun guru honor terdiri dari guru honor daerah (honda) dengan SK kepala daerah, guru komite sekolah (setujui pihak sekolah dan komite sekolah) dan guru dinas (SK kepala dinas).(mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here