Pemko Serahkan Bantuan Rp3 M ke Donggala

0
57
Kondisi di Palu saat gempa bumi. f-istimewa

BATAM – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menyerahkan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Donggala sebesar Rp3 miliar pada Selasa (5/3) di Kantor Bupati Donggala. Bantuan diserahkan Walikota Batam, Muhammad Rudi melalui Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad kepada Bupati Donggala, Kasman Lassa.

Amsakar menjelaskan bantuan yang diserahkan ini merupakan bentuk kepedulian dari warga Batam dan perusahaan yang ada di Kota Batam atas musibah bencana alam yang menimpa Palu, Donggala Provinsi Sulawesi Tengah. Bersama Amsakar turut mendampingi Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto, perwakilan dari PT Adya Tirta Batam (ATB) dan perwakilan dari PT Epcos Indonesia.

”Ketika melihat Palu dan Donggala diterjang bencana tsunami, gempa dan likuifaksi maka kami bersama Pak Walikota menginisiasi pertemuan dengan Dinas Sosial, Karang Taruna dan PKH. Pada tanggal 4 Oktober 2018 kami bergerak bersama-sama memobilisasi masyarakat Batam untuk membantu saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana. Alhamdulillah dari tanggal 4 sampai 20 Oktober 2018 terkumpul dana dari masyarakat dan perusahaan Rp3.058 miliar,” jelas Amsakar didampingi Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto yang turut serta menyerahkan bantuan itu.

Sedianya bantuan ini dapat digunakan untuk bangunan fisik sekolah yang ada di Kabupaten Donggala dalam hal ini SMP Negeri 1 Sirenja. Amsakar menceritakan bahwa pada saat gempa Tsunami di Aceh, Pemko Batam juga menyumbang sejumlah uang dan uang itu juga digunakan untuk membangun unit sekolah baru. Pada saat gempa di Lombok, Pemko Batam juga menyerahkan bantuan senilai Rp2 miliar.

”Sesuai arahan Pak Walikota agar bantuan yang diberikan ini bisa dikonsentrasikan pada satu bangunan fisik sekolah. Kami melalui Sekretaris Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, Pak Leo Putra sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Donggala,” ungkap pria yang pernah menjabat sebagai Kadisperindag Kota Batam ini.

Harapannya dengan bantuan dari warga Batam dapat meringankan dan memulihkan kondisi Palu, Donggala Provinsi Sulawesi Tengah. Kenapa Walikota ingin bantuan ini digunakan untuk pendidikan, karena anak bangsa harus sama-sama dijaga karena estafet republik ini ke depan berada di tangan anak bangsa.

Melihat kejadian gempa yang menimpa Palu dan Donggala, Amsakar mengatakan melalui kejadian ini dapat direnungkan terkait apa yang salah dengan prilaku dan kebijakan yang telah dilakukan.

Peristiwa ini juga menjadi sinyal seberapa besar solidaritas anak bangsa terhadap saudara-saudaranya. ”Selain itu juga untuk menguji kesabaran kita,” kata suami Erlita Sari itu.

Melihat kehancuran yang terjadi akibat bencana alam, kata Amsakar, masyarakat Donggala segera pulih dan bangkit.

”Saya melihat bagaimana luluh lantaknya jembatan bergeser dan saya rasa sulit diungkapkan dengan kata-kata bagaimana sebenarnya berat beban Kabupaten dan Provinsi Sulawesi Tengah. Semoga Palu dan Dongga segera bangkit kembali, kami selalu berdoa untuk itu,” pungkasnya.

Bupati Donggala, Kasman Lassa menyampaikan ucapan terimakasih atas bantuan dari warga Batam. Pemberian ini sudah dipastikannya akan digunakan untuk bangunan fisik sesuai masukan dari Walikota Batam. Pemkab Donggala menurutnya akan segera melakukan survei ke lapangan dan membuat gambar dan konsultan harus siap. Sehingga dalam waktu yang tidak terlalui lama, sekolah ini akan segera dibangun.

Ia juga mengapresiasi Pemko Batam karena telah memberikan bantuan yang terkumpul dari kepedulian masyarakat Kota Batam dan pihak perusahaan di Batam sebagai wujud kepedulian terhadap musibah yang terjadi di Palu dan Donggala. (mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here