Pemko Serahkan Pengelolaan Sampah ke UPT

0
91
Mobil pengangkut sampah keluar masuk TPA Punggur beberapa waktu lalu f-istimewa

Pemerintah Kota Batam membentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelola Sampah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Telagapunggur. UPT Pengelola Sampah TPA ini akan mulai beroperasi 2019 mendatang.

BATAM – Perwako pembentukan UPT-nya sudah ada. 2019 mulai operasi. ”Jadi ada unit khusus untuk mengelola sampah di TPA,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, Herman Rozie di Batam, kemarin.

UPT pengelola sampah TPA ini berada langsung di bawah Kepala DLH. Untuk Kepala UPT, kata Herman, akan ditunjuk pejabat yang memenuhi syarat. Dan ditetapkan dengan Surat Keputusan Walikota, sama seperti pejabat lainnya.

Selain membuat UPT, direncanakan juga, memindahkan kantor Bidang Kebersihan DLH ke TPA Telagapunggur. Tujuannya untuk memudahkan koordinasi antara Bidang Kebersihan dan UPT pengelola sampah TPA. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kebersihan bagi masyarakat Batam.

”Guna meningkatkan pelayanan, tahun depan kita kembali mengajukan penambahan alat berat seperti ekskavator, buldoser. Kita ajukan baik ke pusat, provinsi, maupun kota,” ujarnya.

Saat ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat juga sedang membangun titik sanitary landfill baru di TPA Telagapunggur. Herman mengatakan pada titik penumpukan sampah yang baru ini, tanah sudah dilapisi membran. Sehingga tak merusak lingkungan karena sampah tidak langsung bercampur dengan tanah.

”Air dari sampah juga dialirkan ke bak lindi dengan penyaringan tiga lapis sebelum sampai ke laut,” kata dia.

Selain itu juga sudah tersedia pipa untuk mengumpulkan gas metan dari sampah. Gas ini dapat juga dimanfaatkan untuk kegiatan rumah tangga warga sekitar seperti untuk masak. Luas lokasi sanitary landfill baru ini sekitar 2,4 hektare dengan ketinggian 30 meter. Dengan jumlah sampah rumah tangga yang ada, titik baru ini diperkirakan dapat bertahan hingga 7-10 tahun.

”Jika yang baru operasi di situ, sanitary landfill lama kita hentikan. Sambil menunggu untuk kerjasama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) pengolahan sampah terwujud. ”Kita berharap, di tempat lama sampahnya habis,” kata dia.(MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here