Pemko Terancam Defisit Rp300 M

0
40
WAKO Batam, HM Rudi menyerahkan penghargaan untuk pegawai Pemko yang pensiun Februari 2019, Senin (4/3) di Engku Putri. F-HUMAS PEMKO/istimewa
Pemerintah Kota (Pemko) Batam, diperkirakan kembali akan mengalami defisit. Diperkirakan, defisit sekitar Rp200 miliar sampai Rp300 miliar.

BATAM – Karena itu, semua organisasi perangkat daerah (OPD) diminta untuk membatalkan kegiatan yang tidak penting. Di pihak lain, dinas atau badan terkait pendapatan, untuk bekerja maksimal.

Perintah itu disampaikan Wali Kota Batam, HM Rudi, Senin (4/3) di hadapan ribuan pegawai dan pejabat Pemko Batam, dalam apel bulanan di Engku Putri Batam Centre. ”Perkiraan, kita akan minus (defisit) Rp200 sampai Rp300 miliar. Ini harus perhatian kita semua,” kata Rudi.

Diminta agar diterapkan sistem prioritas dalam penentuan program yang akan dijalankan. Untuk kegiatan bisa ditunda, diminta bisa ditunda, jika tidak terlalu penting. Defisit sendiri diakui, diperkirakan dari laporan Kepala Badan Kepala Badan Pengelolaan Pajak Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam dan kebutuhan anggaran yang diharapkan untuk program tahun ini.

”Prediksi BP2RD, tidak tercapai target. Saya minta, kurangi kegiatan yang tidak penting sekali. Jangan dipaksa diajukan ke kita,” tegas Rudi.

Diminta agar pegawai Pemko untuk melihat kepentingan Batam secara menyeluruh. ”APBD 2019 tidak akan tercapai. Jangan hanya kepentingan tertentu dan kelompok yang diajukan. Lebih baik (anggaran) kita gunakan untuk yang lebih besar,” sambung Rudi.

Rudi kembali mengatakan, himbauan efisiensi diminta untuk semua OPD di Batam. Sementara untuk BP2RD, diminta bekerja keras dalam memaksimalkan pendapatan. Bekerja keras dengan target yang diberikan. Sehingga tidak terjadi penurunan.

”Terutama BP2RD, semua pegawainya harus bekerja keras. Anda sudah dipercayakan menyelesaiakn pendapatan, harus diselesaikan,” imbuhnya.

Rudi juga meminta agar penggunaan APBD untuk pembangunan fisik, dilakukan dengan efisien. Sehingga tidak tersangkut hukum. ”Semua OPD, harus perhatikan belanja setiap tahun. Menggunakan belanja jangan sampai fiktif atau duplikasi dengan kegiatan di luar,” ujar dia.

Defisit juga dialami Pemko Batam, tahun 2018 hingga sekitar Rp268 miliar. Kondisi defisit itu mendorong Pemko Batam untuk melakukan evaluasi kegiatan tahun anggaran 2018. Sejumlah kegiatan dihold, terutama yang terkait perjalanan dinas. Dilakukan efisiensi disejumlah dinas.

Termasuk belanja rutin, aparatur, rapat dan pakaian dinas. Untuk perjalanan dinas, diakui pihaknya sudah intruksikan lebih selektif. Jika kegiatan tidak urgent dan signifikan, maka perjalanan dinas tidak disetujui. Eselon III dan IV tidak mendapat persetujuan perjalanan dinas.

Sementara untuk defisit, Kepala BP2RD, Raja Azmansyah mengaku jika pihaknya hanya untuk memaksimalkan pendapatan. Sementara kondisi pendapatan secara keseluruhan, ada di tangan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Batam, Abdul Malik.

”Ditanya ke Pak Malik saja. Beliau tahu kondisinya peta pendapatan Batam ke depan dari pelbagai sektor,” imbuhnya.(MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here