Pemohon BLT UMKM Membeludak

0
424
Seratusan pelaku usaha mengajukan permohonan bantuan modal usaha di Kantor Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UMKM, kemarin. f-ANDRI D.S/TANJUNGPINANG POS

Seratusan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) mendatangi Kantor Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan Usaha Mikro (TKK dan UM) Kota Tanjungpinang di Gedung Lima Lantai, Senggarang, Jumat (28/8) kemarin.

TANJUNGPINANG – Kedatangan mereka ingin mengajukan permohonan berkas untuk mendapat bantuan modal usaha dari pemerintah senilai Rp2,4 juta itu dibubarkan petugas.

Pasalnya, mereka ramai dan terlihat tidak mematuhi protokol kesehatan yang dikhawatirkan dapat penyebaran virus Korona bagi sesama.

Diantaranya tidak lagi menjaga jarak antara sesama, serta ada juga yang kedapatan tak pakai makser.

Sambil dibubarkan, salah satu petugas yang diketahui dari Dinas TKK dan UM Kota Tanjungpinang mengarahkan pelaku UMKM untuk kirim berkas di kelurahan berdasarkan alamatnya masing-masing.

”Bapak-Ibu langsung ke kantor kelurahan masing-masing saja,” ucap pegawai tersebut.

Kepala Dinas TKK dan UM Kota Tanjungpinang, Hamalis mengatakan, pihaknya hanya menerima berkas permohonan bantuan modal usaha dari pelaku usaha tersebut. Merupakan syarat pendataan permohonan bantuan dari pemerintah pusat.

Baca Juga :  Baru Dua Tahun, Jembatan Rp 3,7 M Hampir Roboh

”Yang sekarang ini pengajuan permohonan bantuan modal usaha dari pemerintah jilid dua. Karena jilid satu, sudah kita kirim datanya ke kecamatan hingga kelurahan masing-masing berdasarkan alamat pelaku usaha tersebut,” kata Hamalis.

Setelah terima berkas permohonan tersebut, lanjut dia, pihaknya akan membuat data berdasarkan cluster kecamatan dan kelurahan se-Kota Tanjungpinang. Misalkan, cluster Kecamatan Tanjungpinang Timur berserta kelurahan di wilayahnya. ”By name, by adress,” terang dia.

Evaluasi Sistem Pendaftaran
Ketua Komisi II DPRD Tanjungpinang, Fengky Fensito merasa miris dan gugup melihat warga mengantre panjang mengantar dokumen di dinas tersebut.

Menurutnya, pemerintah bisa melaksanakan dua mekanisme. Pertama sederhananya melalui perangkat Ketua RT dan juga kelurahan. Kedua menggunakan sistem, sama seperti mendaftar siswa masuk sekolah.

Baca Juga :  Gubernur & Iyeth Hibur Pengunjung Tepilaut

Sudah bisa menggunakan handpohone atau komputer dengan melapirkan dokumen tersebut.

”Bila sistem sudah bisa dibuat saya rasa sudah sangat bagus. Sederhana saja, masyarakat disediakan formulir yang akan diisi lalu memita meng-upload dokumen yang diminta. Bila perangkat ini belum bisa disiapkan maka cara kedua yang dipilih, yaitu melalui perangkat Ketua RT dan lurah,” tuturnya.

Fenomena ini menurutnya sebagai bukti, bahwa pelaku usaha kecil juga butuh bantuan. Maka pemerintah sebanyak-banyaknya mengakomodir data tersebut dan diajukan ke pusat.

Meski pun harus diakui, pendaftar belum tentu semua mendapatkan. Kriterianya dan penentunya dari pusat.

”Makin banyak yang mendaftar makin bagus,” tuturnya.

Kedua menuturnya, melalui pendaftaran ini menjadi titik awal lagi bagi pemerintah mengumpulkan data pelaku usaha kecil dan menengah di Tanjungpinang.

Dari data ini, diberikan klasifikasi dan ke depan bisa dibina dan dibantu sesuai bidang masing-masing.

Baca Juga :  Pengesahan APBDP Terancam Molor

”Saya rasa ribuan pelaku usaha di Tanjungpinang. Kelihatannya antusias ingin mendapatkan bantuan. Pemerintah harus peduli dan ke depan bisa kucurkan program bantuan,” tuturnya.

Selain itu, sistem pendaftaran saat ini perlu dievaluasi. Jangan sampai menimbulkan keramaian dan dapat menjadi kluster baru. Ketua DPRD Tanjungpinang, Yuniarni Pustoko Weni meminta pemerintah daerah memiliki program dalam pendataan peserta di tengah kondisi wabah ini.

”Tidak ada wabah saja sistem pendaftaran apapun harus sudah online, apalagi di tengah wabah ini. Tujuannya baik tapi jangan menimbulkan fenemona baru lainnya,” tuturnya.

Terkait masyarakat yang ramai berkerumum meminta petugas terkait memberikan pengawasan dan Pemko terus berbenah.(ANDRI – DESI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here