Pemohon Pengurusan Paspor Naik

0
1078
JUMPA WARTAWAN: Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Tanjunguban, Burhanudin dan jajarannya memberikan keterangan saat jumpa wartawan, di Tanjunguban.f-jendaras/tanjungpinang pos

BINTAN – JUMLAH pemohon untuk pengurusan paspor di Kantor Imigrasi Kelas II Tanjunguban, Bintan mengalami peningkatan, pada tahun 2017 ini, dibandingkan tahun 2016 lalu. Kenaikan pengurusan paspor periode Januari hingga November 2017 mencapai 27 persen, dibandingkan periode yang sama pada tahun 2016 lalu.

Jika pada tahun 2016, ada 2.293 paspor yang dikeluarkan, tahun 2017 ini sebanyak 2.926 paspor yang dikeluarkan untuk pemohon.

Burhanudin, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Tanjunguban mengatakan, kenaikan paspor ini dikarenakan adanya pengalihan dari beberapa wilayah seperti Tanjungpinang dan Batam. Selama ini, di dua wilayah tersebut cukup banyak pemohon paspor, dan menyebabkan antrean yang lama.

Baca Juga :  Bintan Terima Penghargaan Manggala Karya Kencana

”Di Tanjunguban, jumlah pemohon paspor rata-rata 10 sampai 15 orang per hari. Sehingga lebih cepat pelayanannya, dan banyak warga Batam yang mengajukan paspor kepada kami. Tentunya dengan syarat dan ketentuan yang benar,” jelas Burhanuddin, di sela jumpa wartawan akhir tahun, Selasa (19/12) kemarin.

Ia mengatakan, selain capaian peningkatan penguruan paspor, jumlah wisatawan yang masuk ke Bintan melalui wilayah kerjanya, sebanyak 329.842 orang asing. Sedangkan WNI sebanyak 9.507 orang. Untuk jumlah WNA yang masuk berwisata ke Bintan masih didominasi dari warga Singapura, Tiongkok, India, Jepang dan Malaysia.

Baca Juga :  Pantai Lagoi Dihampiri Limbah Minyak Hitam

”Singapura itu ada 91.153 turisnya, Tiongkok 74.098, India 21.856, Jepang sebanyak 17.205 dan Malaysia 15.322 orang,” terangnya.

Untuk penolakan kedatangan WNA, lanjutnya, sebanyak 21 orang ditolak masuk ke Bintan pada tahun 2017 ini. Penolakan tersebut dilakukan karena WNA tersebut tidak memenuhi syarat untuk masuk ke Indonesia.

”Kalau WNI, pemohon paspor yang kami tolak juga ada, ada 41 orang, kami menduga mereka akan melakukan pekerjaan dengan tidak memenuhi syarat sebagai mana TKI prosedural,” ucapnya.

Untuk jumlah Tenaga Kerja Asing (TKA) di Bintan lanjutnya, pada tahun 2017 ini ada 350 orang yang mengajukan KITAS. Jumlah tersebut terdiri dari 259 laki-laki dan 91 perempuan.

Baca Juga :  Distribusi Gas Bersubsidi Bakal Diubah

”Untuk pelanggaran keimigrasian pada tahun ini ada 42 orang yang kami proses, karena melanggar tindakan administrasi. Kemudian, 5 orang melakukan pelanggaran keimigrasian yang dilanjutkan dengan proses hukum. 3 orang sudah putusan pengadilan dan 2 masih menjalani proses hukum,” tambahnya.(JENDARAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here