Pemprov Bangun Tujuh Rumah Singgah

0
957
DISKUSI: Gubernur Kepri H Nurdin Basirun didampingi Syamsul Bahrum diskusi dengan Kepala Pelindo Tanjungpinang I Wayan, belum lama ini di Kantor Gubernur di Dompak.f-istimewa/humas pemprov kepri

Bagian dari Proyek Gurindam XII

TANJUNGPINANG – Proyek Jalan Lingkar atau Proyek Gurindam XII akan mengubah wajah Tanjungpinang. Apalagi, proyek ini akan membenahi sepanjang garis pantai Dompak hingga Seggarang.

Bahkan, masih dalam satu kesatuan di Proyek Gurindam XII, Pemprov Kepri akan membangun rumah singgah untuk 7 kabupaten/kota di Kepri di sepanjang Tepilaut Tanjungpinang. Jarak satu gedung dengan gedung lainnya satu kilometer.

Syamsul Bahrum Ph.D, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Kepri mengatakan, Pemprov Kepri hanya membangun gedungnya saja. Yang mengisi gedung itu dan mengelolanya adalah masing-masing kabupaten/kota di Kepri.

Ia mencontohkan, mantan Bupati Bintan Ansar Ahmad membangun Gedung Bintan Expo Center di Pamedan Tanjungpinang. Gedung itu dimanfaatkan Pemkab Bintan untuk promosi, tempat acara lainnya.

Baca Juga :  Pemerintah Butuh Ide Brilian dari Masyarakat

”Kegunaannya nanti tergantung kabupaten/kota. Kira-kira seperti itulah keinginan pak gubernur. Karena Tanjungpinang Ibu Kota Provinsi Kepri, jadi dibangun di sini,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, Minggu (17/12) di Melayu Square Tepilaut, Tanjungpinang.

Syamsul Bahrum menjelaskan, Proyek Gurindam XII merupakan proyek multiyears yang pembangunannya bisa menghabiskan waktu hingga lima tahun ke depan.

Proyek ini sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2017 ini dengan melakukan studi kelayakan dan pembuatan Detailed Engineering Design (DED).

Tahun 2018 nanti, DPRD Kepri sudah menyetujui anggaran sekitar Rp 100 miliar untuk memulai pembangunan fisik mega proyek itu. Proyek ini akan berlanjut tahun 2019 dan tahun berikutnya.

Baca Juga :  Terus Perjuangkan Jembatan Babin

Syamsul Bahrum mengatakan, pembangunan proyek Gurindm XII sudah sesuai tata ruang dan saat ini sedang proses pengurusan izin analisis dampak lingkungan (Amdal).

Pembangunan akan dimulai dari Pulau Bayan, Maryna, maupun daerah pelantar. Kemudian, untuk melewati trestle Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) akan dibangun jembatan dengan model melingkar di atas trestle itu.

”Kita tidak akan mengganggu bangunan-bangunan yang sudah ada. Tentu saja tetap koordinasi dengan Pemko Tanjungpinang dan pihak lainnya,” tegasnya.

Pembenahan yang akan dilakukan mulai dari pembangunan jalan, jembatan dan sebagian ada yang ditimbun. Misalnya yang akan ditimbun adalah Tepilaut.

Baca Juga :  Konsumsi BBM Kepri Turun 44 Persen

Rencana pembangunan masjid terapung di Tepilaut pun akan dibangun gubernur. Terkait gambar atau desaiannya tetap menggunakan desain yang sudah dibuat Pemko Tanjungpinang.

”Agar proyek ini tuntas, butuh waktu hingga lima tahun. Kalau pak gubernur menyebutnya koneksi Dompak-Senggarang. Ini akan terhubung nanti,” jelasnya yang saat itu diiyakan Raja Ariza, Asisten I Pemerintahan dan Kesra Pemprov Kepri.

Proyek ini ke depannya tak hanya mengurai kemacetan di Tanjungpinang terutama daerah pasar. Namun akan memunculkan simpul ekonomi baru juga mempercantik wajah ibu kota ini. (mas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here