Pemprov Bantu Kendala di PT BAI

0
1723
PIMPINAN dan Komisi II DPRD Bintan mengadakan dengar pendapat dengan PT BAI, mengenai reklamasi pantai, Rabu pagi lalu. F-ISTIMEWA

BINTAN – Pemprov Kepri akan membantu menyelesaikan kendala yang dihadapi PT Bintan Alumina Indonesia (BAI). Bahkan Gubernur Kepri H Nurdin Basirun sudah meminta jajarannya untuk memanggil PT BAI, dalam upaya pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang, Kabupaten Bintan, ke depan.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Kepri Jamhur Ismail, kemarin. Menurutnya, Pemprov Kepri akan membantu pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galangbatang, yang dikelola PT BAI. Termasuk untuk menyelesaikan kendala pembayaran dana retribusi pengerukan dan reklamasi di pantai lokasi KEK PT BAI.

”PT BAI itu kan sudah jadi KEK, sudah ada Keppres-nya. Maka kami dari Pemprov mendukung penuh dan akan membantu mereka, sesuai dengan perundangan serta kewenangan,” kata Jamhur Ismail, Kamis (26/4) kemarin.

Mengenai retribusi reklamasi atau penimbunan di kawasan PT BAI itu, Jamhur menyatakan, harus dibayar, sesuai UU No. 23/2014 dan No. 1/2014. Kegiatan penimbunan itu menggunakan material tanah, mestinya dikenakan retribusi galian golongan C, dan ini merupakan retribusi kabupaten/kota.

”Dalam waktu dekat kita undang manajemen PT BAI ke Pemprov. Untuk membantu mencari solusi dari persoalan yang ada,” jelasnya.

”Terus, mengenai kegiatan reklamasi itu, lokasi tersebut bukan untuk pelabuhan, tapi lokasi power plan smelter,” sambungnya.

Dari informasi hearing dengan DPRD Bintan, Zurkani Afikri manager operasional PT BAI mengungkapkan, izin pengerukan dan reklamasi itu seluas 205 hektare. Tapi setelah direvisi, PT BAI hanya meminta 55,8 hektare. Sehingga, pembayaran tidak mencapai puluhan miliar.

”Hanya 55,8 hektare saja yang direklamasi. Izin, semuanya lengkap,” sebutnya.

Namun demikian, Wakil Ketua DPRD Bintan Agus Wibowo mengatakan, PT BAI belum membayar retribusi dari penimbunan atau kegiatan reklamasi itu. Dari hearing, dewan meminta agar PT BAI menghentikan sementara kegiatan reklamasi itu.

”Sampai ada penyelesaian pembayaran retribusi itu clear, kegiatan dihentikan sementara,” kata Agus Wibowo, Rabu lalu. (fre)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here