Pemprov Buang Badan Soal Banjir

0
427
H Lis Darmansyah

BWSS Anggarkan Rp 20 Miliar 

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau  ”buang badan” terkait banjir sering yang terjadi di Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang. Tahun ini, Pemprov tidak menganggarkan dana untuk mengurangi banjir di Tanjungpinang.

Tanjungpinang – Hal ini diungkapkan Wali Kota Tanjungpinang, H Lis Darmansyah, usai menghadiri pelantikan pengurus Persatuan Istri Purnawirawan (Perip) TNI/Polri Kepulauan Riau (Kepri) di Gedung Veteran Tanjungpinang, Rabu (8/2).

”Alhadulillah, hingga saat ini Pemprov Kepri belum ada membantu kita untuk menanggani banjir di Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang,” kata Lis Darmansyah.

Tahun ini, Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) IV Kepri yang berkantor di Batam, telah menganggarkan dana Rp 20 miliar, untuk mengatasi banjir di Jalan Pemuda, Sukaberenang, Tugu Pahlawan dan kawasan Stadion Sulaiman Abdullah.

Penangganan banjir di Ibu Kota Provinsi Kepri oleh BWSS akan dilakukan dua tahap. Mulai dikerjakan tahun ini dan dilanjutkan tahun berikutnya.

”BWSS juga akan membangun sistem drainase, nantinya air yang dari darat tidak bertemu air dari laut saat pasang,” tegasnya.

Khusus di Jalan Pemuda drainase yang ada akan di perlebar. Halaman sekolah SMAN 4 Tanjungpinang, sebagian halaman sekolahnya kena proyek drainase.

”Sudah ada pemenang tendernya. BWSS yang membuat tender,” tegasnya.

Kata Lis, masih ada beberapa titik banjir terjadi di Kota Tanjungpinang. Penyebabnya, sistem drainase yang tidak berfungsi maksimal. Kemudian, drainase satu dengan drainase lainya, tidak terhubung.

”Butuh dana miliaran untuk menyatuhkan satu persatu drainase. APBD Kota tak mampu untuk bangun itu,” tegasnya.

Kepala Satuan Kerja (Satker) BWSS untuk Kepri, Bakti belum lama ini, menjelaskan penangganan banjir di Kota Tanjungpinang, mulai di kerjakan tahun ini.

”Dananya memang kecil, dan dikerjakan bertahap. Belum bisa menanggani seluruhnya banjir di Tanjungpinang,” tegasnya.

Kata dia, bagi kontraktor yang pemenang tender, akar melaksanakan pembangunan dengan maksimal mungkin.

Jalan Pemuda, lokasi drainasenya cukup sempit dan akan menyulitkan bagi kontraktor. Dana Rp 20 miliar untuk penangganan banjir di Tanjungpinang, secara bertahap berkat usaha dari Wali Kota Tanjungpinang.

”Dana ini keluar berkat kerjakeras pak Wali,” tegasnya.

Bakti kembali akan mengusulkan anggaran tambahan di ABPD Perubahan atau APBD murni 2018, agar mendapatkan anggaran lebih untuk mengatasi banjir di Ibu Kota Provinsi.

Kepala Bappeda Provinsi Kepulauan Riau Naharuddin, saat dikonfermasi, kenapa Pemprov tak mau menganggarkan penangganan banjir di Ibu Kota Provisi Kepri, Tanjungpinang. Ia menjawab sedang sakit.

”Saya lagi tak enak badan, baiknya koordinasi di Dinas Pekerjaan Umum Pemprov Kepri ya,” tegasnya singkat.(ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here