Pemprov Janji Revisi Pajak Air

0
442

BATAM – Pemerintah Provinsi Kepri, melalui Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Kepri berjanji merevisi tarif pajak air permukaan. Hasil revisi itu yang kini ditunggu Badan Pengusahaan (BP) Batam, sebelum melakukan pembayaran. tarif pajak air permukaan yang ditentukan Pemprov Kepri Rp185. BP Batam dan PT ATB keberatan dengan angka itu. Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Lainnya BP Batam, Purba Robert M. Sianipar, Minggu (6/8) mengungkapkan hal itu di Batam. Menurutnya, sudah ada pembicaraan dengan Pemprov Kepri minggu lalu soal tarif air permukaan yang ditetapkan Pemprov. ”Minggu lalu, Kadispenda Provinsi Kepri mengatakan aturan itu akan direvisi,” ungkap Robert.

Menurut Robert, saat rapat dengan Pemprov, pihaknya sudah menegaskan, pajak air baku sudah disampaikan bahwa itu wajib untuk mereka bayar. Hanya saja, BP keberatan dengan nilainya yang terlalu tinggi. ”Kita tanyakan kemarin, kenapa nilainya luar biasa tinggi dibanding seluruh Indonesia. Kalimantan paling tinggi, Rp35 rupiah. Ini malah sampai Rp185,” cetusnya.

Saat ditanya alasan menentukan besaran kenaikan tarif pajak air permukaan menjadi Rp185, ternyata pihak pemprov tidak ada menyerahkan dasar penentuan penghitungan tarif. ”Itu tidak mendukung untuk justifikasi kenaikan Rp185. Tapi Kadis Pendapatan mengatakan akan merevisi. Kita tunggu itu,” sambung Robert.

Menurut Robert, dalam pertemuan dengan Pemprov, ia menyampaikan tarif yang dibayarkan ke BP Batam, sebagai penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp150. Seharusnya, pajak air permukaan Rp15 atau 10 persen. Sekarang Pemprov sudah dapat 20 persen dan malah minta jauh lebih besar. ”Kita bilang, ATB aja beli dari kami, penerimaan BP cuma Rp150. Maksimum pajak yang dikenakan harusnya 10 persen dari PNBP. Harusnya Rp15. Sekarang pemprov sudah dapat Rp20,” imbuhnya.

Sebelumnya, Gubernur Provinsi Kepri, Nurdin Basirun berjanji akan membantu agar tarif air bersih di Batam tidak naik. Selanjutnya, Gubernur akan memanggil pihak ATB. Awalnya ATB berencana menaikkan tarif, karena ada juga rencana kenaikan pajak air permukaan dari Rp20 menjadi Rp180. ”Tidak ada naik-naik. Insya Allah, saya komit untuk masyarakat,” tegas Nurdin di Batam beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, Robert mengungkapkan rencana akan ada kenaikan tarif air bersih, apalagi sudah tujuh tahun tarif air tidak naik. Namun dinilai jika rencana kenaikan itu hal wajar, karena tarif air bersih di Batam, murah. Untuk rumah tangga, tarif sekitar Rp6 ribu sampai Rp7 ribu per meter kubik.

Tidak hanya itu, Robert juga menyebutkan dasar pertimbangan, terkait dengan subsidi silang tarif air bersih untuk industri dengan rumah tangga. Selama ini, tarif air bersih rumah tangga murah, karena disubsidi industri. Sementara kondisi penggunaan air bersih turun. Ada juga Peraturan Gubernur Kepri yang dikeluarkan Agustus tahun 2016, menaikkan pajak air permukaan dari Rp20 menjadi Rp180 per meter kubik.(MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here