Pemprov Kejar Target SGD

0
582
DISKUSI: Gubernur Kepri H Nurdin Basirun diskusi dengan bersama Menteri Bappenas Bambang (tengah) usai pembukaan Sosialisasi Penyusunan SDG di Aula Bank Indonesia, Batam, Selasa (5/12) malam. f-istimewa/humas pemprov kepri

Gubernur dan Menteri Bappenas Sosialisasi RAD

Menteri Bappenas RI, Bambang Brodjonegoro mengatakan, Indonesia belum bisa mencapai target Sustainable Development Goals (SDG).

JAKARTA – Menurut Bambang, dari target-target tersebut, apa yang dicapai Indonesia sudah lebih banyak. Namun, beberapa target yang belum tercapai ternyata memang sangat penting karena mempengaruhi kesejahteraan masyarakat.

”Ada masalah gizi, kematian ibu yang relatif tinggi. Ini masalah kesehatan yang sangat dasar,” kata Bambang saat menghadiri pembukaan Sosialisasi Penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals, di Aula Bank Indonesia, Batam, Selasa (5/12) malam.

Bambang menegaskan pihaknya memang berharap partisipasi semua pihak untuk mencapai target tujuan pembangunan berkelanjutan tersebut.

”Apalagi semua yang menjadi target Sustainable Development Goals (SDG) itu sudah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah, baik provinsi maupun kota.

Bambang menjelaskan, pemerataan pembangunan terus menjadi isu penting. Ia juga menambahkan, Indonesia harus terus tumbuh. Tumbuh yang berkualitas. Makanya dia mengajak daerah melokalkan SDG yang sesuai dengan agenda pembangunan nasional.

Gubernur Kepri H Nurdin Basirun menegaskan, Pemprov Kepri berkomitmen kuat agar tujuan pembangunan berkelanjutan yang disepakati 193 negara itu secepat mungkin bisa terpenuhi. Rencana aksi yang dibuat akan mendukung pencapaian target nasional.

Komitmen Pemprov diturunkan dalam Pergub guna percepatan aksi untuk pencapaian target-target yang sudah dicanangkan.

Di antaranya penurunan tingkat kemiskinan, yang tahun 2012 pada kisaran angka 6,83 persen, di tahun 2016 menjadi 5,84 persen.

Prevalensi kekurangan gizi pun mengalami penurunan yang di tahun 2012 di angka 0,6 persen menjadi 0,4 persen di tahun 2016. Jumlah gizi buruk juga mengalami penurunan yang di tahun 2012 ada 698 kasus menjadi 438 kasus di tahun 2016. Di bidang pendidikan, juga mengalami banyak peningkatan. Jika di tahun 2012 persentase SMA berakreditasi B masih di angka 60 persen, naik menjadi 87 persen di tahun 2016. Untuk angka partisipasi kasar SMA sederajat, juga mengalami peningkatan dari 64 persen di tahun 2012 menjadi 98,81 pesen di tahun 2016.

”Selagi hayat di kandung badan, kita akan berusaha memberikan yang terbaik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Silaturahmi yang kita bangun, semuanya bermuara untuk membuat masyarakat menjadi sejahtera,” kata Nurdin.

Menurut Nurdin, Kepri ini memang daerah yang sangat strategis, ekonomi, pertahanan keamanan apalagi berada di perbatasan. Pihaknya berusaha mengemas daerah ini semakin baik, seperti dengan pembangunan infrasruktur.

Kata Nurdin, semua itu akan semakin baik jika Bappenas terus mengucurkan dana untuk menjadikan Kepri semakin maju. Saling bantu dan dukung dengan semua sumber dana baik APBN maupun APBD.

”Di tangan Pak Menteri, bantuan untuk Kepri menjadi semakin maju dan semakin baik,” kata Nurdin.

Sebelum memulai sosialisasi, Gubernur Nurdin didampingi Kepala Barenlitbang Naharuddin MTP berbincang khusus dengan Menteri Bappenas.

Perbincangan itu mengenai pembangunan stadion bertaraf internasional di Dompak, pembangunan Jembatan Batam Bintan, Pelabuhan Tanjungsauh, dan infrastruktur penting lainnya di Kepri.

Menurut Naharuddin, Menteri sangat respon dan menanggapi usulan gubernur untuk membangun infrastruktur yang tangguh di Kepri.

Menurut menteri, kata Nahar, apa yang disampaikan dan diusulkan gubernur sudah benar dan tepat dalam pembangunan dan sesuai dengan program nasional dan sangat terkait dengan tujuan pembangunan berkelanjutan.

Bambang pun menyambut baik sejumlah pencapaian yang disampaikan Gubernur Nurdin.

Secara nasional, angka kekurangan gizi di Indonesia masih di atas ambang batas WHO. Di dalam SDGs, menuntaskan kemiskinan salah satu yang ingin dicapai 193 negara di dunia pada tahun 2030 mendatang.(SUHARDI-MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here