Pemprov Kepri Ditantang Buat BPR

0
201
Andi Anhar Chalid (kiri) bersama Wakil Gubernur Isdianto. f-istimewa

TANJUNGPINANG – Pemerintah daerah di Provinsi Kepualauan Riau (Kepri) ditantang untuk mendirikan bank perkreditan rakyat (BPR). Pemprov Kepri juga didesak untuk mendirikan BPR dan bank umum.

Tantangan itu disampaikan pendiri BPR Duta Kepri Andi Anhar Chalid, disela-sela ultah BPR Duta Kepri yang ke 14 tahun, Kamis (28/3).

Di Provinsi Kepri tidak ada BPR berstatus Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) miliki Kepri. Tahun 2004 lalu, ada BPR Kepri-Bintan dan BPR Kepri-Batam, tapi sahamnya sudah dijual untuk membayar gaji karyawan dan utang BPR itu sendiri.

”Sudah saatnya Gubernur Kepri mendirikan BPR, setelah sukses baru mendirikan bank umum. Supaya pertumbuhan ekonomi di Kepri terus membaik,” ujarnya.

Sambung dia, bila Pemprov Kepri mendirikan BPR, ia melihat peluang pemda lainnya untuk mendirikan BPR. Selain profit, BPR bisa pula berperan menggerakkan ekonomi masyarakat kecil.

”Banyak cara untuk memajukan kesejahteraan rakyat, salah satu instrumennya melalui BPR. Pak Gubernur harus berani,” sebutnya.

Sambung dia, untuk mendirikan BPR, Pemprov paling tidak harus memiliki modal atau aset awal sekitar Rp10 miliar.

”Kenapa bank lainnya yang dibesarkan Pemprov Kepri, kenapa tidak mendirikan BPR sendiri,” ujarnya.

Sambung dia, peluang untuk mendirikan BPR itu juga mendapat kemudahan dalam hal perizinan. Ia mendasarkan pada masih sedikitnya keberadaan bank yang menyasar ekonomi kecil tersebut.

Ia menjelaskan peluang BPR milik pemda terbuka lebar karena mudah mengayomi masyarakat kecil.

”Melalui BPR milik Pemprov Kepri mudah mengajak mereka untuk datang ke bank, mereka tidak akan takut datang ke bank. Sehingga anggapan mereka soal perbankan dengan proses yang sulit, tertepiskan,” jelasnya.

Kemudian, setelah sukses Pemprov Kepri mendirikan BPR, sambil mempersiapkan SDM, Pemprov Kepri juga harus membangun bank umum. Asetnya, bisa saja mengajak kabupaten/kota diKepri.

”Pemprov bekerjasama Bank Riau-Kepri, kenapa kita tidak berani buat sendiri. Misalnya Bank Kepri, terpisah dengan Riau,” ujarnya.

Ia optimis, bila Pemprov Kepri bisa bangun BPR dan bank umum, ekonomi di Kepri akan terus berkembang. Di Kepri memiliki keunggulan dibandingkan daerah lainnya. Selain berdekatan dengan negara Singapura dan Malaysia, pertumbuhan ekonomi juga beberapa tahun lalu, tumbuh di atas rata-rata pemtumbuhan nasional.

Pertumbuhan kawasan industri cukup baik. ”Kepri termasuk daerah yang ketinggalan membangun BPR atau bank umum. Provinsi baru seumur Kepri, mereka sudah memiliki BPR sendiri,” ujarnya.

Ia memberikan contoh, provinsi yang memiliki bank umum maupun BPR, daerah tersebut berkembang. Misalnya, DKI memiliki Bank DKI, Jawa Barat memiliki Bank BJB. (bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here