Pemprov Naikkan Tunjangan Dokter Hinterland

0
856
Naharuddin

DOMPAK – Minimnya dokter yang tersedia di wilayah hinterland Provinsi Kepri, menjadi faktor sulitnya masyarakat memperoleh akses kesehatan. Ditambah lagi dengan minimnya transportasi laut sebagai salah satu penopang kehidupan masyarakat yang tidak semua daerah tersedia.

Hal ini yang membuat mulai tahun 2018 mendatang, Gubernur Kepri H Nurdin Basirun berencana akan mengucurkan tambahan bantuan Rp 100 miliar untuk memenuhi kesejahteraan para medis, khusus yang berada di wilayah hinterland.

Dengan penambahan anggaran ini, diharapkan dokter makin banyak yangberminat mengabdi di daerah pesisir mengingat kesejahteraan mereka akan meningkat. ”Penambahannya lebih kurang Rp 100 miliar,” ujar Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Pemprov Kepri Naharuddin saat ditemui di Kantor DPRD Dompak, kemarin.

Lebih lanjut Naharuddin menyampaikan, kondisi dokter di wilayah hinterland saat ini sangat perlu diperhatikan. Ini juga karena salah satu komitmen Gubernur, supaya tidak hanya masyarakat yang sangat butuh perhatian, melainkan juga kesejahteraan dokternya adalah faktor utama.

”Kemarin kami sudah bicarakan masalah penambahan sokongan anggaran ini dengan Pak Kadinkes Tjetjep. Dengan dana tersebut, sangat mendukung untuk mendorong ksejahteraan para dokter di hinterland,” terang Naharuddin. Menurut dia, tahun 2018 Pemprov melalui Dinkes memiliki satu lagi program unggulan yakni Dokter Keluarga.

Nanti dokter ini akan bertugas di wilayah hinterland. Seperti misalnya di Natuna, Anambas, Lingga, Bintan, Karimun. Dengan dibantu masalah penggajian mereka, tunjangan transportasi maupun tunjangan lainnya, maka tidak ada alasan lagi dokter yang diunggulkan Pemprov ini malas-malasan untuk melayani masyarakat lagi.

”Mereka nanti kita bantu masalah gajinya, tunjangan dan sebagainya. Kita paham betul bahwa dengan kondisi mereka yang jauh, tentu memerlukan biaya yang tak sedikit,” ucap Naharuddin demikian.

Berdasarkan data sebelumnya, jumlah dokter di Kepri yakni, dokter spesialis 270-an orang, dokter umum 930-an orang. Total dokter umum & spesialis 1.200-an

Adapun status tenaga medis ini yakni, sebagian besar dokter swasta. Bahkan, rumah sakit negeri banyak dokter swasta (non PNS). Untuk penyebarannya, dokter menumpuk di Batam dan perkotaan. Daerah Lingga, Natuna dan Anambas kurang diminati. Alasannya, penduduk sedikit, pasien sedikit, penghasilan kecil.

Berdasarkan rasio jumlah dokter dan penduduk, saat ini jumlah dokter di Kepri sudah melebihi rasio. Di Kepri, 1 dokter melayani 1:1670 orang. Sesuai aturan WHO 1:2.500 orang.

Peraturan Presiden (Perpres) No.4 Tahun 2017 tentang Kewajiban Dokter Spesialis Mengabdi di Daerah Selama 1 tahun Penuh. Kepres ini membuat Kepri dapat tambahan 14 dokter spesialis dari pusat.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana mengatakan, jumlah dokter di Kepri sudah mumpuni. Hanya saja, penyebarannya yang masih tertumpu di kota. Jika dibandingkan rasio ideal WHO (World Health Organization), maka layanan dokter di Kepri sudah melampaui standar WHO. (ais/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here