Pemprov Serahkan Pipa SWRO ke Pemko

0
375
Heru Sukmoro

TANJUNGPINANG – Nasib Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) Batu Hitam kian jelas. Kementerian Pekerjaan Umum sudah menyerahkan pengelolaannya ke Pemko Tanjungpinang.

Kepada Dinas Pemukiman dan Perumahan Pemprov Kepri, Heru Sukmoro mengatakan, ia baru menerima suratnya pekan lalu dari Direktur Air Bersih Kementerian PU.

”Suratnya itu, pengelolaan SWRO diserahkan ke Pemko Tanjungpinang. Intinya, surat itu agar Pemko yang mengelolanya,” ujarnya, Rabu (29/3) di Hotel CK Tanjungpinang.

Bersamaan dengan surat itu, Pemko juga diminta membentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) untuk mengelolanya.

Tahun ini, SWRO tersebut mulai dioperasikan. Selama 6 bulan, yang mengoperasikannya adalah Kementerian PU kerja sama dengan UPT yang akan dibentuk Pemko.

Setelah itu, SWRO akan sepenuhnya dikelola UPT Pemko. Selama enam bulan itulah, pegawai UPT akan belajar bagaimana merawat dan mengoperasikan SWRO itu sendiri.

Soal harga, belum bisa dipastikan berapa. Bisa jadi di atas Rp 19.500 per kubik atau di bawah itu. Tergantung pemakaian air dan kebutuhan listrik serta biaya operasional lainnya.

Air SWRO beda dengan air yang dijual PDAM Tirta Kepri. Air SWRO akan semakin murah bila pemakaian pelanggan makin tinggi. Sedangkan air PDAM, harganya Rp 2.600 per meter kubik untuk penggunaan hingga 10 kubik. Penggunaan di atas 10 kubik, harganya akan naik.

Sedangkan SWRO, makin banyak air yang dipakai, harganya makin murah. Harga air akan ditetapkan setelah enam bulan dioperasikan.

”Kalau sudah dioperasikan, baru ketahuan berapa kebutuhan air sebulan, berapa biaya listrik dan berapa biaya operasional serta gaji pegawainya,” bebernya.

Pihak kementerian kini sedang mempersiapkan tenaga ahli untuk mengoperasikan SWRO tersebut sekaligus melatih pegawai UPT Pemko.

Pemprov juga sudah diminta mempersiapkan berkas apa saja yang akan diserahkan ke Pemko. Misalnya, pipa yang dibangun pemprov untuk keperluan SWRO akan diserahkan ke pemko.

Aset Pemprov Kepri yang dibangun untuk mendukung SWRO adalah pipa. Ini akan diserahkan ke Pemko.

Kemudian, kementerian juga akan menyerahkan aset SWRO tersebut ke pemko.

”Kita (pemprov) dan kementerian akan menyerahkan semua aset yang terkait SWRO ke pemko,” bebernya.

”Kita berharap akhir April ini sudah mulai dioperasikan,” tambahnya. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here