Pemprov Terima Rp 100 M dari Kemensos

0
618
NAIK KAPAL KARET: Gubernur Kepri H Nurdin Basirun naik kapal karet Tim WFQR Lantamal IV Tanjungpinang. F-Suhardi /tanjungpinang pos

Jadi Pelopor Bunda Tagana bagi Indonesia

Pemprov Kepri menerima tambahan anggaran Rp 100 miliar dari Kementerian Sosial (Kemensos) tahun 2018 mendatang.

TANJUNGPINANG – Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kepri, Doli Boniara, kemarin. ”Alhamdulillah dengan perjuangan panjang kita dapat bantuan tambahan anggaran dari pemerintah pusat,” kata Doli Boniara, kemarin.

Menuruntnya, keterbatasan anggaran APBD Kepri, Gubernur Kepri meminta seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Kepri untuk lebih kreatif mendapatkan dukungan dana dari APBN. Makanya semua upaya kami lakukan.

”Detik-detik pembahasan APBN 2018 di Jakarta kemarin juga kami kejar, bahkan sampai di Kota Bekasi untuk melakukan lobi-lobi anggaran dengan Kementerian Sosial,” bebernya.

Ia akui tahun 2017 dukungan APBN untuk Kepri dari Kemeterian Sosial (Kemensos) kurang menggembirakan. Bantuan itu ada tapi tak bisa membuat program, hanya biaya rutin saja. Untuk mendapatkan dana tambahan tahun ini berbagai upaya sudah dilakukannya.

Mulai dari komunikasi, koordinasi dan silaturahmi yang dibangun tapi belum memuaskan. Namun tahun depan Kemensos akan memberikan dukungan anggaran yang nilainya sangat menjanjikan untuk program kerja Dinsos Kepri.

Kata mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga ini, ia melobi anggaran pusat tidak sendiri. Ia membawa sejumlah kepala bidang. Ia juga melakukan komunikasi dengan beberapa Dirut di lingkungan Kemensos.

Diantaranya adalah Dirut Pusat Data Informasi (Pusdatin), Direktur Penangan Sosial Bencana Alam (PSKBA), Direktur Jaminan Sosial Kesejahteraan (JSK), Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS).

Selain itu adalah Dirjen Penanganan Fakir Miskin, Dirjen Rehabailitasi Sosial (Resos), Sekretaris Dirjen Jaminan Sosial, Direktur Sumber Daya Sosial, dan Inspektorat Jendral (Irjen) Kemensos.

”Masing-masing bagian punya program yang berbeda-beda. Tentu kita harus sedikit lelah. Tetapi susah payah tersebut terbayarkan dengan dukungan yang diberikan oleh Kemensos,” harap Doli.

Masih kata Doli, untuk mengawal anggaran ini, pihaknya juga sudah meminta dukungan ke Kemeterian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Dijelaskannya, di bawah kewenangan PSJKBA ada program kerja seperti Tagana, Baper Stock, Logistik. Bahkan Kepri menjadi inspirasi Kemensos, yakni dengan menjadi pelopor Bunda Tagana bagi Indonesia.

”Kemensos sudah menyerukan daerah-daerah lain di Indonesia untuk membentuk Bunda Tagana. Ini tentunya menjadi prestasi yang menggembirakan tentunya bagi Kepri,” papar Doli.

Kata dia di dalam program JSK ada kegiatan-kegiatan strategis seperti Program Keluarga Harapan (PKH) adalah bagi mereka yang mendapatkan Kartu Kesejateraaan Sosial, baik KIP maupun KIS.

Bahkan di tahun 2018 nanti, jumlah penerima KIP dan KIS meningkat 200 persen dari tahun ini. Selanjut lewat program PSKBS di dalam adanya kegitan Pemuda Pelopor Perdamaian, orang terlantar, bencana sosial, dampak sosial dan sebagainya. Seperti penangan masyarakat paska terlibat dalam organisasi terlarang.

Lebih lanjut katanya, untuk bidang penanganan fakir miskin indentik dengan PKH. Dasarnya adalah Basis Data Terpadu (BDT). Bidangnya ada PSM Perkotaan yang mencakup bantuan pakan non tunai yang tahun depan akan diperluas di Tanjungpinang dan Bintan. Karena tahun 2017 ini hanya Batam yang mendapatkan program tersebut.

Pihaknya akan bekerjsama dengan rumah pakan, seperti Bulog dalam program itu nanti. ”Kemudian untuk PSM Pendesaan progam adalah beras sejahtera. Sedangkan untuk PSM Pesisir, menjadi bidikan kami adalah peningkatan Porgram Rumah Tidak Layak Huni (RTLH),” tutupnya demikian.(SUHARDI-ABAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here