Pemprov Usul Naikkan Harga Granit

0
483
H Amjon

Tanjungpinang – PEMERINTAH Provinsi Kepri menginginkan harga jual ekspor granit mengalami peningkatan. Hal ini mengingat harga sekarang terlalu rendah.

Apalagi saran kenaikan harga itu muncul dari Badan Pengawas Pengawasan Keuangan Pembangunan (BPKP).

”Inikan produk kita. Jadi harus kita yang menentukan harganya. Jangan mau dipatok pihak luar negeri,” kata Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, Amjon, di Graha Kepri, Batam, Rabu (15/2).

Menurut Amjon sesuai dengan UU nomor 23 tahun 2014, saat ini harga patokan granit sudah menjadi wewenang Pemerintah Provinsi. Dalam suatu kegiatan Koordinasi dan Supervisi (Korsup) dengan KPK dan BPKP, tergambar bahwa harga jual ke luar negeri terlalu rendah.

”Jadi BPKP menyarankan agar nilai patokan harga untuk granit dinaikkan,” kata Amjon yang didampingi mantan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Karimun Alwi.

Harga patokan sekarang, menurut Amjon masih terlalu rendah, hanya sebesar 8-10 dolar Singapura per ton. Dengan pertimbangan nilai jual dan nilai pajak, kata Amjon, pihak merencanakan usulan sebesar 15-20 dolar Singapura per ton.

Menurut Amjon historis naiknya harga granit, memang untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kenaikan pernah dilakukan saat Nurdin Basirun masih menjabat sebagai Bupati Karimun.

”Kenaikkan sekarang akan memberi dampak PAD untuk Karimun juga,” kata Amjon.

Menurut Amjon kenaikan harga granit pernah dilakukan oleh Nurdin Basirun semasa menjadi Bupati Karimun sehingga dapat meningkatkan PAD untuk membangun infrastruktur.

Saat ini Karimun memang menjadi penghasil terbesar tambang granit untuk Provinsi Kepri. Selain digunakan untuk daerah dan berbagai provinsi, granit yang berasal dari Kabupaten Karimun yang kualitasnya bagus juga sudah diekspor keluar negeri.(Martunas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here