Pemrov Siapkan Aplikasi Evaluasi Kinerja Pejabat

0
448
UPACARA: Pegawai dan pejabat Pemprov Kepri saat mengikuti upacara di Kantor Gubernur Gubernur Kepri di Dompak, belum lama ini. f-istimewa/humas pemprov kepri

Tanjungpinang – PEJABAT Pemprov Kepri yang sudah dilantik belum lama ini tidak bisa lagi kerja lambat. Sebab, akan ada evaluasi kinerja pejabat berbasis aplikasi.

Sekdaprov Kepri, TS Arif Fadillah mengatakan, aplikasi ini sedang disiapkan. Sistem kerjanya, progres kerja pejabat akan dimasukkan ke aplikasi tersebut. Sehingga, gubernur atau sekda bisa memantau perkembangan kinerja para pejabat.

Arif mengatakan, mereka tidak ingin bekerja lambat. Apalagi, banyak yang harus dibangun di Kepri. Untuk membangun Kepri sendiri tidak semudah di provinsi lain dengan kondisi daratan.

Namun, Arif belum bisa menyebutkan apa nama aplikasi tersebut. ”Aplikasi lah. Untuk evaluasi kinerja pejabat,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, baru-baru ini di Tanjungpinang.
Sebelum menjalankan aplikasi tersebut, harus dibuat dulu peraturan gubernurnya (Pergub).

”Tentu dong. Setiap aturan harus ada dasarnya. Kalau ini, kita buat pergub. Jadi aplikasinya bisa cepat kita terapkan,” tambahnya.

Kepada para pegawai, Arif Fadillah juga menekankan untuk senantiasa menjaga disiplin dalam bekerja. Karena disiplin merupakan bagian dari tanggung jawab kerja dan tanggung jawab ASN kepada pekerjaan itu sendiri serta kepada masyarakat.

Sekarang, kata dia, Pergub tentang disiplin pegawai di lingkungan Pemprov Kepri sedang dibuat dan akan segera diberlakukan.

”Bagaimana penerapannya nanti kita sama-sama akan tahu. Termasuk ada sanksi-sanksi di dalamnya. Dan sanksi itu merupakan cara agar kita semua selalu sadar dan ingat akan tanggung jawab kita dalam bekerja sebagai ASN. Dan finger print ini adalah salah satu cara untuk mendisiplinkan ASN,” kata Arif.

Dijelaskannya, contoh sanksi yang akan diberlakukan nantinya adalah masalah pemotongan penghasilan. Setiap pegawai yang tidak masuk akan kehilangan penghasilannya sebesar 4 persen. Dan hal ini akan dikalikan dengan jumlah hari ASN tidak masuk.

”Sistem finger print ini bukan hal baru, tapi sudah sejak dua tahun lalu diberlakukan di kantor-kantor kementerian. Dan ini sangat efektif untuk menjaga kedisiplinan pegawai. Selain itu, masalah disiplin juga bisa dilakukan dengan cara pengawasan berjenjang,” jelasnya.

Gubernur Kepri, H Nurdin Basirun mengatakan Kepri memiliki potensi untuk berkembang dan untuk mewujudkannya maka butuh sumber daya manusia yang handal.

Ini merupakan aspek utama yang harus diperhatikan. Di era penuh persaingan ini, Kepri dituntut untuk mampu menghadapinya. Untuk itu dibutuhkan SDM yang berkualitas. Maka kerja sama dengan perguruan tinggi salah satu hal yang positif yang bisa meningkatkan pendidikan SDM yang ada di Kepri.(MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here