Pemuda Jangan Mudah Share Informasi Hoax

0
764
BERDISKUSI: Waka I DPRD Tanjungpinang Ade Angga dan Kepala Kesbangpol Kepri saat menjadi narasumber kepada Mahasiswi Ilmu Pemerintahan dan Politik UMRAH. f-desi liza purba/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Sebelum men-share suatu informasi melalui media sosial (medsos), para pemuda diminta harus bisa memastikan kebenarannya terlebih dahulu.

Ini membuktikan bahwa pemuda tersebut bijak. Sehingga informasi yang diberikan tidak salah dan dapat bermanfaat bagi orang lain. Bila tidak bisa mencari sumber kebenaran informasi, maka lebih baik tidak mengirimkan kepada rekan lain. Terutama informasi yang mengandung unsur agama, suku serta lainnya.

Hal ini dikatakan Wakil Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang Ade Angga SIp MM dalam seminar ”Menguatkan Jiwa Nasionalisme Pemuda dalam Keberagaman”.

Seminar dilaksanakan, Selasa (12/9) di Auditorium Kampus UMRAH, Dompak, Tanjungpinang. Peserta merupakan mahasiswa-mahasiswi semester lima jurusan Ilmu Politik dan Pemerintahan didampingi Dekan FISIP UMRAH, Bismar. Selain Ade Angga hadir juga sebagai narasumber Kepala Kesbangpol Kepri, Syafri Salisman.

Baca Juga :  Mengabdi Sejak Awal Perkulihan Dimasyarakat.

Dalam sesi diskusi itu, Ade menuturkan, melalui medsos dapat menimbulkan perpecahan. Maka untuk menghindarinya, perlu sikap yang benar menganggapi setiap informasi yang masuk.

Begitu juga disampaikan Syafri Salisman, bahwa ditangan para pemuda kemajuan bangsa ini. Untuk itu, perlu bijak dalam memandang berbagai perbedaan yang ada. ”Jangan memaksakan seseorang untuk mengikuti aliran kepercayaan yang dianut. Apalagi memprovokasi dengan mengirimkan hal-hal yang tak benar. Tidak boleh, semua itu keputusan masing-masing dan kita harus menghormatinya,” tuturnya.

Pihaknya sebagai pemerintah terus melakukan sosialsiasi ditengah masyarakat, harus saling menghormarti serta menghargai setiap perbedaan.

Ia mengingat para pemuda sekarang harus mampu mengelola SDA yang ada untuk bangsa ini. Jangan sampai, peluang yang ada direbut bangsa lain.

Baca Juga :  Pesta Rakyat Tutup KKN UMRAH di Lingga

Dalam kesempatan itu, ada pertanyaan dari mahasiswa yaitu, siapakah teladan yang perlu di contoh para pemuda, mengingat banyak tokoh yang kini tidak menunjukkan sikap yang benar.

Ade Angga secara ringkas menuturkan, bahwa tidak mungkin seorang tikus memimpin gerombolan singa, begitu sebalinya. Sebab itu yang ditunjuk atau dipilih harus yang benar. Para pemuda juga jangan apatis dengan politik, mungkin ada berbagai alasan terkait itu.

Tetapi yang harus dipastikan bahwa, politik sangat mempergaruhi lingkungan. ”Bahkan politik dapat mempergaruhi harga cabai, beras dan lainnya. Jadi harus pilih yang tepat. Jangan kita sebagai masyarakat nantinya menyalahkan pemerintah kalau tidak bisa sesuai yang diinginkan karena tak memlih pemimpin yang benar,” paparnya.

Baca Juga :  FMPM Ajak Lestarikan Mangrove

Para pemuda diminta jangan menjauhi politik apalagi membenci. Sudah seharusnya memiliki sumbangsih pemikiran untuk kemajuan kedepan dan bahkan berani untuk ikut langsung. ”Ada yang bilang cost politik tinggi, mungkin ini benar bagi yang tak memikiki jaringan. Sedari sekarang para mahasiswa jurusan IP dan Politik harus mampu membangun komunikasi yang baik dan benar,” tuturnya.

Ia menuturkan, beberapa survei menuturkan bahwa jumlah pemuda yang ikut memilih terus menurun, sehingga jangan salahkan pemerintah bila nantinya para legislatif dan eksekutif terpilih bukan orang yang tepat. Ini sangat erat kaitannya dengan masa depan.(DESI LIZA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here