Penambang Minta Rehab Kapal kepada Gubernur

0
382
GUBERNUR Kepri H Nurdin Basirun dan Penjabat Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza menyerahkan bantuan kepada penambang di Pelantar II, Jumat (23/2) kemarin. f-martunas/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – GUBERNUR Kepri H Nurdin Basirun menyerahkan bantuan paket sembako, kepada 70 orang penambang boat di daerah Pelantar Tanjungpinang, Jumat (23/2) kemarin. Penambang kembali meminta agar Pemprov merehab kapal.

Penyerahan bantuan ini disejalankan dengan peluncuran proyek strategis Pemprov Kepri di Pelantar II Tanjungpinang. Hadir saat itu sejumlah stakeholder Kepri seperti Danrem 033 WP Kepri Brigjend Gabriel Lema, Danlantamal IV Tanjungpinang Laksma Eko, Wakajati Kepri Asri Agung, Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah.

Hadir juga tokoh masyarakat Kepri Rida K Liamsi (RDK), Penjabat Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza, sejumlah anggota DPRD Kepri, sejumlah kepala OPD Pemprov Kepri dan undangan lainnya.

Selain bantuan sembako ke penambang boat, gubernur dan stakeholder juga menyerahkan helm keselamatan bagi buruh bongkar muat barang di pelabuhan itu. Penyerahan secara simbolis kepada Andi Ridwan, Ketua Umum Himpunan Persaudaraan Penambang Boat Tanjungpinang (H2BT) karena tidak semua penambang bisa hadir saat itu.

Andi Ridwan mengatakan, saat itu ada 10 orang perwakilan penambang boat yang menerima bantuan tersebut. ”Yang lain akan kita bagikan nanti. Karena mereka harus berada di pangkalan untuk melayani penumpang,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, kemarin usai penyerahan bantuan itu, di Pelantar II.

Ia menambahkan, saat ini ada 261 orang penambang yang tergabung di H2BT dengan enam kelompok. Masing-masing kelompok ada ketua, sekretaris dan bendahara (KSB).

Untuk semua keluhan dan aspirasi tetap disampaikan kepada ketua umum. Dari jumlah itu, banyak penambang boat yang bertahan hidup dengan kondisi boat yang sudah usang, dan tidak layak jalan. Namun, karena tidak ada biaya untuk memperbaiki, maka tetap dipakai menambang demi biaya makan anak dan istri.

Tahun 2014 lalu, pihaknya sudah mengirimkan surat ke Gubernur Kepri almarhum HM Sani, agar dialokasikan anggaran bantuan untuk memperbaiki boat pancung mereka di sana.

Namun, belum ada jawaban dari pemerintah. Kemudian, dirinya juga sudah pernah meninggalkan surat di Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Pemprov Kepri agar difasilitasi bertemu dengan gubernur. Namun, belum ada juga jawabannya.

Ia yakin, Gubernur Kepri H Nurdin Basirun belum tahu kondisi boat pancung di Pelantar sekitarnya. Gubernur tentunya bisa mencari solusi untuk membantu para penambang boat pancung di sana. Dirinya khawatir, jika tidak ada bantuan pemerintah untuk membantu penambang boat pancung di sana, maka kondisi kapal makin parah dan bisa membahayakan penumpang. Sementara, mereka itu mengantar jemput belasan ribu penumpang setiap hari untuk berbagai rute di sana.

”Kami tidak menyalahkan pak gubernur, karena memang beliau belum tahu kondisi kami. Satu atau dua hari ini, kami berharap bisa bertemu dengan pak gubernur dan menjelaskan semua kondisi kami,” tambahnya.

Dijelaskannya, sebagian boat yang ada di sana masih kayu. Belum banyak boat yang terbuat dari fiber. Untuk kapal kayu, kurun waktu 60-90 hari harus naik dok atau perbaikan.

Terkadang, penambang tidak memperbaiki lantaran keuangannya tidak ada. Apalagi saat ini, pencaharian penambang boat di sana makin kurang. “Sekarang paling dapat tiga puluh hingga empat puluh ribu sehari. Itulah untuk dibawa pulang ke rumah,” jelasnya.

Pantauan di lapangan, penambang boat pancung di Pelantar II nampak duduk sambil berbincang di tangga semen sambil menunggu penumpang. Sekitar satu jam memperhatikan mereka kemarin, belum ada penumpang yang datang. Para penambang duduk sambil meratapi nasib. Dengan kondisi baju dan sandal yang lusuh, mereka sabar menanti penumpang untuk diantar ke tujuan.(MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here