Penanganan Banjir Harus Tuntas

0
297
Pengguna jalan raya menerobos banjir di Bintancenter tahun lalu. f-dokuen/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Wakil Ketua Komisi III DPRD Tanjungpinang yang membidangi pembangunan, Ashady Selayar mengaku sering mendapat pertanyaan atau protes dari masyarakat terkait titik banjir di Tanjungpinang. Bahkan ada beberapa kawasan banjir yang baru muncul.

Terkait persoalan perkotaan ini, Ashady mengatakan, perlu penanganan serius dan tuntas dari Pemko Tanjungpinang. Bila perlu meminta bantuan anggaran penanganan dari provinsi dan pusat.

Ashady mengakui, tahun 2017 lalu Pemko Tanjungpinang mendapat bantuan dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Kementerian Pekerjaan Umum Satker Provinsi Kepri yang menangani titik banjir di Jalan Pemuda.

Meski demikian, pekerjaan itu belum menyelesaikan persoalan banjir di kawasan itu. Begitu juga dengan kawasan lainnya. Selama ini yang dilakuSelama ini, yang dilakukan Pemko di beberapa titik lain, lebih kepada normalisasi drainase. Jika pun ada pelebaran belum menyelesaikan seluruh persoalan banjir.

Khususnya di kawasan di depan Perumahan Taman Harapan Indah (THI). Ini merupakan tempat langganan banjir di Ibu Kota Provinsi Kepri ini. Saat hujan deras, maka dalam hitungan 10-15 menit, bahu jalan langsung tergenang air hujan dari luapan drainase berada di pinggir jalan raya tersebut.

Terkadang, air hujan yang sudah menutupi bahu jalan mengalir hingga ke ruko berada di komplek Perumahan THI. Karena Perumahan THI berada di pinggir jalan protokol Tanjungpinang.

Sudah banyak pemilik ruko yang mengeluhkan banjir ini. Bahkan mereka sangat cemas bila hujan turun karena khawatir mengenai toko atau tempat usahanya. Bahkan kata beberapa pemilik toko, jika air hujan ditambah lumpur merah masuk ke ruko, airnya bisa mencapai selutut.

Terkait persoalan banjir di kawasan itu, ia meminta Pemko melakukan penanganan serius. Diantaranya membuat drainase terpadu. ”Daya tampung drainasenya tidak cukup lagi, perlu penanganan yang serius di kawasan itu,” ungkapnya.

Sebagai Ibu Kota Provinsi Kepri, seharusnya persoalan banjir bisa diselesaikan dengan cepat. Beberapa kawasan banjir lainnya juga butuh penanganan seperti Rawasari, Kawasan Kota Lama, Jalan Tambak, Batu 8 Atas, Kawasan Pembakaran Mayat, Kampung Kolam, Sukaberenang serta lainnya. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here