Penataan Teluk Kriting Mulai Diprotes Warga

0
616
Salah satu rumah masyarakat di Teluk Keriting telah diganti dinding dan sudah dicat warna warni.f-istimewa

Sebagian warga Teluk Keriting yang rumah mendapat bantuan renovasi dan di cat warna-warni mulai cemas.

TANJUNGPINANG – Di satu sisi sebagian warga senang melihat tempat tinggal mereka bersolek, namun di lain hal, pembangunan proyek dinilai asal-asalan.

Pembenahan itu mulai dilakukan dengan merehab 124 rumah yang akan menjadi destinasi baru wisata di Ibu Kota Kepri ini.

Home stay dibangun di kawasan itu dan menjadi tempat menginap turis nantinya. Turis akan tinggal bersama masyarakat sehingga menjadi kesan tersendiri tinggal di perkampungan.

Inilah salah satu wisata tradisional yang akan ditawarkan ke turis dengan nuansa alami baik pemukiman penduduk dan laut jadi pemandangannya. Soal siapa yang akan mengelola home stay ini, belum diketahui.

Baca Juga :  Walikota Kukuhkan Forum RT dan RW Kota Tanjungpinang

Namun, yang jelas home stay tersebut merupakan aset Pemprov. Tahun ini sekitar Rp30 miliar dialokasikan untuk membenahi Teluk Keriting.

Adapun anggaran Rp30 miliar tersebut untuk membangun pelantar, perbaikan rumah penduduk dan perbaikan sarana prasarana lainnya. Rumah penduduk juga dicat warna-warni.

Pembangunan jalan lingkar yang dilakukan Dinas PU dimulai dari daerah Teluk Keriting. Akan ada penimbunan laut untuk selanjutnya dibangun jalan raya di atas tanah timbunan itu.

Uli salah satu warga di kawasan itu, menilai pembangunan proyek penataan Teluk Keriting tersebut tidak sesuai harapan yang diming-imingkan Gubernur kepada masyarakat setempat.

”Pembangunan seperti ini, apakah bertahan lama,” ujar Uli kepada wartawan saat di Tanjungpinang, Rabu (31/10) kemarin.

Baca Juga :  Dongkrak Wisatawan, Disbudpar Ajak OPD Gelar Event

Proyek yang dikerjakan, PT Nairuz Syifa Mumtaza tersebut, kata dia akan membangun, menata kawasan Teluk Keriting selama 100 hari ke depan. Namun, meskipun demikian, pembangunan yang dilakukan harus mengedepankan keselamatan serta kesesuaian, sehingga masyarakat yang menerima bantuan, merasa tidak dirugikan.

Masa pelaksanaan proyek selama 100 hari ini, yang akan merenovasi 111 rumah warga di RT1, RT5, RW 11 dan RT 1 RW 15 Kelurahan Kampung Baru.

Renovasi sesuai yang dijanjikan pada warga, pekerjaan pengecatan, renovasi penggantian asbes/atap, penggantian dinding serta renovasi penggantian tiang rumah panggung warga yang terletak di atas laut.

Baca Juga :  Korupsi Stikom IGA Dihukum Tiga Tahun Penjara

Anehnya, proyek miliaran dana APBD 2018 ini, juga tanpa menggunakan konsultan pengawas hingga dilaksanakanya dilakukan secara amburadul dan sejumlah item pekerjaan renovasi banyak yang tidak dikerjakan dan dilaksanakan kontraktor.

Hal sama dikatakan, Etik salah seorang warga Teluk Keriting kelurahan Tanjungpinang Barat ini mengaku, sangat kecewa dengan renovasi penggantian tiang dan balok pondasi lantai rumahnya yang dibuat kontraktor.

”Pembangunannya terkesan asal-asalan. Kita minta Gubernur turun langsung untuk melihat kondisinya. Jangan setengah hati membantu warga,” ujarnya ketus. (SUHARDI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here