Pencabulan Marak, Warga Diminta Waspada

0
547

ANAMBAS – PRILAKU kejahatan seksual terhadap anak bawah umur di Anambas, menimbulkan keresahan dan kekhawatiran di tengah masyarakat. Pasca terjadinya beberapa kasus pencabulan yang terjadi belakangan ini.

Sehingga, orangtua merasa cemas dengan aksi biadab pelaku pencabulan tersebut mengintai anak-anak mereka. Munculnya ketakutan tersebut, menjadi persoalan yang harus ditanggapi dengan pihak-pihak terkait.

Ironinya, sejak empat tahun silam kurang lebih 30 kasus kekerasan dan Pencabulan terhadap anak dibawah umur terjadi. Bahkan , dalam priode bulan Oktober ini telah terjadi tiga kasus pencabulan. Sedangkan, korbannya adalah anak-anak perempuan umur 8 sampai dengan 14 tahun.

Baca Juga :  Tim Polres Tangkap Pengedar Narkoba

Fenomena ini perlu menjadi perhatian, karena dikhawatirkan akan merusak generasi masa depan. Mirisnya lagi, pemangsa anak-anak tersebut merupakan orang-orang dekat seperti tetangga meskipun ada juga orang luar.

Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Anambas Ir Herdi Usman mengutuk keras kejadian-kejadian tersebut. Ia meminta kepada orangtua, untuk memperketat pengawasan kepada anak-anaknya. ”Berikan perhatian dan pengawasan lebih kepada anak-anak kita, dan jangan sampai hal ini terus terjadi berulang-ulang,” kata Herdi, Kamis (2/11).

Herdi sendiri meminta kepada pemerintah melalui Dinas Pendidikan (Disdik), untuk memberikan perhatian dengan memberikan sosialisasi pemahaman kepada anak-anak tersebut. Tujuannya, agar anak-anak berhati-hati dan dapat melindungi diri.

Baca Juga :  Pertamina Harus Bangun Depo di Anambas

”Dengan mulai maraknya kejadian pencabulan saat ini, LAM bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Anambas akan terus memberikan pencerahan kepada masyarakat sebagaimana fungsinya,” terang Herdi.

Ia menambahkan, kepada aparat terkait untuk memberikan sanksi yang seberat-beratnya kepada pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku. ”Kami meminta seperti ini karena apa yang dilakukan pelaku tersebut, telah merusak masa depan generasi muda harapan bangsa,” tuturnya.

Bupati Kabupaten Anambas Abdul Haris mengaku prihatin dengan kondisi yang terjadi. Haris mengakui, jika saat ini terjadi dekadensi moral di masyarakat. Hal itu disebabkan, minimnya filter dari majunya teknologi informasi membuat film-film yang berbau pornografi dapat dengan mudah diakses.

Baca Juga :  Protes Pukat Mayang, Nelayan Demo ke DPRD

”Dinas terkait juga harus memberikan ceramah-ceramah agama sebagai tameng di masyarakat, dan membuat program yang sifatnya membimbing ” jelasnya.(INDRA GUNAWAN)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here