Pencairan DKTM Tanpa SK Bupati

0
580
LOKASI: Aktivitas tambang pasir PT Growa yang berlokasi di Desa Tanjung Irat. f-TENGKU IRWANSYAH/tanjungpinang pos

LINGGA – PENCAIRAN Dana Kepedulian Terhadap Masyarakat (DKTM) atau uang debu penambangan pasir PT Growa Indonesia (GI) di Desa Tanjung Irat, Kecamatan Singkep dinilai tidak memenuhi syarat.

Hal itu disebabkan tidak sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Lingga No 07/KPTS/2011 tentang DKTM tidak mendapatkan rekomendasi dari Bupati Lingga.

Tim DKTM Desa Tanjung Irat berinisiatif, untuk meminta kebijakan Dinas Pertambangan Provinsi Kepri meminta PT GI membayarkan DKTM yang dimaksud.

”Seharusnya memang harus ada rekomendasi bupati. Tapi berkali-kali proposal pencairan kami ajukan ditolak dan kami berinisiatif untuk langsung meminta rekomendasi Distamben Kepri,” kata Jasmin, Ketua Tim DKTM PT GI usai diperiksa pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Lingga terkait dugaan penyelewengan DKTM ini, kemarin.

Ia menjelaskan, pengurusan pencairan DKTM dari PT GI prosesnya panjang dan berbelit. Pemkab Lingga sejak dipimpun Bupati Lingga H Alias Wello, meragukan legalitas PT GI melakukan aktivitas di Desa Tanjung Irat.

”Awalnya mereka meminta rekomendasi Bupati, tapi karena bupati tidak merespon dinas pertambangan sendiri yang mencairkan anggaran tersebut melalui pihak perusahaan,” ucapnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, memcuatnya kisruh DKTM di Desa Tanjung Irat ini, terjadi setelah masyarakat Dusun Cukas pertanyakan penggunaan DKTM sebesar Rp 540 juta untuk pemasangan meteran KWH li strik yang tidak kunjung selasai. Belum lagi ada yang meminjam untuk keperluan pribadi.(TENGKU IRWANSYAH)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here