Pencuri Celengan Pedagang Pasar Lama Ditembak Polisi

0
515
Rahman dipapah pihak kepolisian setelah turun dari kapal. Ia ditangkap di Batam.f-raymon/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Mencuri celengan milik pedagang santan kelapa di Jalan Gambir ditembak polisi, Jumat (29/3) malam.

Tersangka yang mengondol celengan berisi Rp20 juta itu Rahman alias Ramang (38) ditembak polisi saat penangkapan. Proyektil pistol polisi menembus betis kaki kaki Rahman.

Polisi beralasan, tersangka ditembak karena berusaha melawan petugas saat ditangkap. Polisi berhasil menangkap tersangka di daerah Batam. Saat dibawa ke Tanjungpinang, tersangka dipapah petugas lalu dinaikan di kursi roda dengan tangan yang diborgol Rahman dan kaki dibalut perban. Lalu tersangka digiring ke Mapolsek Tanjungpinang Kota, Sabtu lalu.

Uang hasil pencurian ia habiskan untuk bermain gelper di Kota Batam. Pelariannya ke Batam, diketahui oleh pihak kepolisian Polsek Tanjungpinang Kota bersama Satreskrim Polresta Barelang di Batam.

Dengan menahan rasa sakit dari luka tembak di kakinya, Rahman bercerita kalau ia mengenali korbannya.

Menurutnya, ia sendirian mencuri celengan itu. Usai membuka celengan ia langsung pergi ke Batam mengunakan feri. Di Batam, uangnya digunakan untuk main judi jackpot alias gelper bersama teman-teman.

Baca Juga :  Disdukcapil Wajib Buka Layanan Sabtu-Minggu

”Uang sekitar Rp 20 juta dihabiskan untuk bermain gelper di Batam,” katanya Sabtu (30/3).

Selain itu, Rahman juga menjelaskan, dirinya melakukan pencurian itu dengan cara mencongkel pintu kios dan kemudian mencari barang berharga milik korban. Dirinya juga sudah pernah pernah dipenjara dengan kasus pencurian ponsel milik warga Tanjungpinang Barat.

”Di Tanjungpinang baru lima bulan, saya kenal dengan korban yang merupakan penjual santan,” jelasnya.

Mengetahui pelaku pencuri celengan sudah ditangkap oleh polisi, Abdul pemilik celengan mendatangi Mapolsek untuk melihat siapa sebenarnya pelaku pencuri.

Abdul mengatakan, mengenal pelaku tetapi tidak kenal dekat. Pelaku juga diketahui sering datang bermain ke kiosnya. Ia menuturkan, celengan terbuat dari pelampung. Sudah sejak enam bulan lalu mulai menabung setiap pelampung isinya ada yang pecahan Rp 100 ribu, Rp 50 ribu, Rp 20 ribu dan campuran.

”Rencananya uang yang terdapat di celengan itu akan dipergunakan untuk membayar sewa kios dan membeli mesin santan kelapa,” tuturnya.

Baca Juga :  Komisi II Tetap Tolak Kenaikan Pas Pelabuhan

Kapolsek Tanjungpinang Kota, AKP Reza Anugrah mengungkapkan, tindakan yang dilakukan pihaknya sudah sesuai dengan SOP Kepolisian. Sebab, pelaku sudah membahayakan nyawa petugas. Meski sudah diberikan peringatan, namun tidak diindahkan.

”Pelaku mencoba dan berusaha kabur saat ditangkap. Kita terpaksa mengambil tindakan pelumpuhan dengan tembakan di bagian kaki,” jelasnya.

Reza menyebutkan, pelaku ini merupakan resedivis kasus pencurian ponsel di wilayah hukum Polsek Tanjungpinang Barat yang dihukum pidana selama 9 bulan penjara.

”Pelaku ini resedivis di pidana dengan hukuman 9 bulan penjara,” jelasnya.

Kejadian itu berawal saat korban tiba di kios berjualan santan kelapa, dan ketika membuka pintu masuk kios, korban melihat di bagian bawah pintu masuk kios dalam keadaan rusak sudah dijebol oleh pelaku. Pelampung yang dijadikan sebagai celengan berada terselip di bawah meja depan pintu masuk kios.

”Setelah dicek, celengan itu sudah rusak dan isinya sudah tidak ada lagi,” ungkapnya.

Baca Juga :  Dua Perempuan Ditangkap karena Narkoba

Reza mengnyebkan, selain uang yang hilang, korban melihat kios dalam keadaan berserakan kantong plastik, lalu mengecek lokasi tempat penyimpan celengan lainnya dan ternyata satu buah celengan lagi tidak ada. Diketahui bahwa, celengan milik korban ada sebanyak 4 buah terbuat dari pelampung.

”Mengetahui kejadian tersebut, korban melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Tanjungpinang Kota,” bebernya.

Mendapat laporan itu, anggota unit Reskrim Polsek Tanjungpinang Kota melakukan penyelidikan dan mendapatkan informasi keberadaan pelaku di Batam.

Selanjutnya anggota unit Reskrim Polsek kota dibantu anggota Reskrim Polresta Barelang menangkap pelaku di daerah Tanjunguma Kota Batam.

Atas kejadian itu, korban mengalami kerugian kurang lebih sebesar Rp 21 juta. Selain itu barang bukti yang ditemukan uang sebanyak Rp 700 ribu.

”Pelaku dijerat dengan pasal 363 ayat 5 KUHP dengan ancaman pidana 9 tahun penjara,” pungkasnya. (ray)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here