Pencurian Meningkat, 4 KRI Disiagakan

0
868

NATUNA – UNTUK terus mengawasi keamanan di Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEE) Natuna, TNI Angkatan Laut siagakan sebanyak 4 Kapal Perang Rapublik Indonesia (KRI). Upaya tersebut untuk menjawab tantangan keamanan dari upaya pencurian ikan (Illegal Fishing) oleh nelayan asing.

Komandan Pangkapal TNI AL (Danlanal) Ranai Kolonel Laut (P) Tony Herdijanto mengatakan, kasus illegal fishing di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) laut Natuna meningkat tahun 2017 ini.

Untuk menekan kasus pencurian ikan di ZEEI laut Natuna, TNI ALmenyiagakan empat Kapal Republik Indonesia (KRI) di Natuna seara reguler. Tujuannya, menjaga laut perbatasan dari pelanggaran wilayah laut yang menjadi ladang ikan bagi nelayan tetangga. Tak hanya menyiagakan empat KRI saja, patroli KRI pun juga ditingkatkan di laut Natuna.

Baca Juga :  Subhanallah, Pohon Kurma di Masjid Agung Berbuah

”Meningkatnya kasus pencurian ikan di Laut Natuna, terhitung dengan jumlah tangkapan kapal ikan asing dari Vietnam sejak awal tahun hingga Mei kemarin. Sebanyak 33 kapal asing ditangkap karena kedapatan mencuri ikan di perairan kita, dan kasus tersebut diproses hukum,” jelasnya. Operasi pengawalan laut perbatasan saat ini ditingkatkan, dan bukan hanya menjaga sumber daya perikanan, tapi kedaulatan NKRI.

Menurutnya, potensi perikanan di ZEEI laut Natuna saat ini masih sangat tinggi. Sehingga, menjadi incaran nelayan asing dan masuk wilayah laut Natuna untuk menangkap ikan dan salah satunya nelayan dari Vietnam.

Baca Juga :  Perusda Bangkut, DPRD Panggil Pemkab

Selain mengenai rawannya pencurian, ketegangan konflik di Laut Cina Selatan yang melibatkan beberapa negara Asean dengan Tiongkok dirasa perlu disikapi dengan pengamanan ketat di Natuna.(HARDIANSYAH)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here