Pendaftaran Panwaslu Diperpanjang

0
1067
PILGUB KEPRI 2014: Petugas TPS dipantau oleh anggota Panwaslu Kota Tanjungpinang saat pemilihan Gubernur Kepri 2014 lalu di Tanjungpinang. -F-Andri Dwi S/tanjungpinang pos

Khusus Calon di Lingga dan Anambas

Pendaftaran calon anggota Panitia Pengawas (Panwas) Kabupaten Lingga dan Kabupaten Kepulauan Anambas diperpanjang. Pasalnya, hingga ditutupnya penerimaan formulir pendaftaran 24 Juni 2017 lalu, diketahui untuk Lingga dan Anambas belum mencapai kuota.

TANJUNGPINANG – Sedangkan pendaftaran calon anggota Panwaslu Tanjungpinang dan Bintan, pesertanya membludak. Ketua tim seleksi calon anggota Panwaslu zona B (Lingga, Anambas, Tanjungpinang dan Bintan), Nikolas Panama mengatakan dua daerah yakni Anambas dan Lingga, untuk penerimaan calon anggota panwaslu untuk pemilu legislatif dan presiden 2019 diperpanjang hingga Jumat (7/7) mendatang. Setelah pendaftaran ditutup untuk calon anggota panwaslu Lingga, yang mendaftar hanya 4 orang, sedangkan di Anambas hanya ada 12 orang.

Baca Juga :  317 Kotak Suara Tiba di Kantor KPU

”Kita bangga peserta yang ingin menjadi panwaslu Kota Tanjungpinang meningkat. Telah mendaftar mencapai 62 orang,” kata Nikolas Panama, kemarin. Kata dia, untuk panwaslu Bintan sendiri yang sudah mendaftar 22 orang. Untuk peserta Bintan dan Tanjungpinang, timsel akan memeriksa dan penelitian berkas administrasi peserta calon anggota Panwaslu di zona B. Artinya, tim seleksi calon anggota panitia Panwaslu akan segera memeriksa berkas administrasi yang sudah di kirim oleh peserta calon panwaslu.

”Nanti akan kita umumkan dan kita rapat dulu dengan tim seleksi calon anggota Panwaslu zona B. mana saja yang lolos administrasi,” ucap dia. Kata Nikolas, juga dosen Universitas Maritim Raja Haji (UMRAH) Tanjungpinang ini, ia melihat minimnya masyarakat mendaftar untuk calon anggota Panwaslu di Lingga dan Anambas karena kurangnya sumber daya manusia (SDM) di daerah tersebut.

Baca Juga :  Sang Pejuang Itu dan Sang Mantan Gubernur

Karena sambung Niko, nama akrabnya, karena syarat untuk menjadi calon peserta anggota panwaslu harus mengantongi ijazah strata satu (S1). Umur juga harus 30 tahun ke atas. Syarat lainnya tidak pernah menjadi pengurus partai politik dan tidak pernah terpidana atau terlibat hukum.

Ia juga melihat minimnya peserta untuk dua daerah itu, bisa jadi masyarakat tidak tau adanya penerimaan calon anggota panwaslu di Kabupaten Lingga dan KKA. Karena kurangnya jaringan internet daerah tesebut. Karena pengumuman penerimaan menjadi calon anggota panwaslu bisa diakses melalui internet. Selain itu, bisa jadi masyarakat susah untuk mendapatkan surat kabar atau koran di daerahnya. Karena pengumuman penerimaan menjadi calon anggota Panwaslu juga sudah diumumkan di surat kabar.

Baca Juga :  Fathir Targetkan Suara Milenial di Pileg 2019

”Atau kurang sosialisasi. Kemungkinan ini bisa jadi penyebab ketidak tahuan masyarakat dengan adanya pendaftaran penerimaan calon peserta anggota Panwaslu,” ujar dia. Dia mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Lingga dan KKA untuk segera mendaftarkan dirinya menjadi anggota panwaslu di daerahnya. Sehingga masyarakat tersebut bisa langsung ikut terlibat untuk mengawasi jalannya atau prosesnya pileg dan pilres mendatang.(ANDRI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here