Pendapatan Karimun Naik 12,47 Persen

0
281
BUPATI Karimun Aunur Rafiq meninjau pengolahan bungkil kelapa di PT Saricotama, Rabu kemarin sebelum diekspor ke Malaysia. F-ALRION/tanjungpinang pos
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun mencatat, adanya kenaikan sektor pendapatan daerah tahun 2018 sebesar 12,47 persen.

KARIMUN – Jika dibandingkan dengan tahun 2017, yaitu dari Rp1.144.396.537.209,7 menjadi Rp1.287.074.386.432,49.

”Hal ini tidak terlepas dari optimalisasi dana perimbangan, dana bagi hasil pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah,” kata Bupati Karimun Aunur Rafiq, saat menyampaikan pidato Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Karimun, tahun 2018 di Ruang paripurna DPRD Karimun, Senin (25/3) siang.

Kemudian, sebagai tolak ukur pencapaian urusan pendidikan di Kabupaten Karimun dapat dicermati indikator mutu pendidikan.

Hal itu bisa dilihat dari Angka Partisipasi Dasar (APK) dan Angka Partipasi Murni (APM).

APK untuk SD sederajat pada tahun 2018 adalah sebesar 107,11 persen. Sedangkan tahun 2017 yakni 100,1 persen.

Untuk APM tahun 2018 tercatat 96,63 persen, dan tahun 2017 mencapai 87,24 persen.

Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemajuan, kemampuan hidup sehat bagi setiap orang. Sehingga, akan terwujud derajat kesehatan yang optimal.

Keberhasilan program kesehatan, pada umumnya dapat dilihat dari peningkatan usia harapan hidup penduduk satu daerah.

”Kemudian dibidang pertumbuhan ekonomi, dengan angka sangat sementara sebesar 5,42 persen. Tidak lepas dari pertumbuhan peningkatan, dari beberapa sektor penyusunnya yaitu pertambangan dan penggalian, pengadaan air, pengolahan sampah daur ulang, jasa keuangan dan ansuransi serta jasa pendidikan,” sebut Rafiq.

APBD ditargetkan sebesar Rp1. 463.695.924.899, terealisasi Rp1.287.074.386.432, 49 atau realisasi 87,93 persen.

Pada belanja daerah dana dianggarkan sebesar Rp1.556.051.618.313,18, dan telah direalisasikan sebesar Rp1.355.283.603.818 atau 87,10 persen.

Pembiayaan daerah terdiri dari penerimaan pembiayaan Rp92.355.693.414,18, dan terealisasi Rp92.355.693.414.18.

Untuk terus meningkatkan pendapatan daerah, Pemkab Karimun akan mengoptimalkan sejumlah potensi daerah yang dimiliki.

Salah satunya, beberapa hari lalu ekspor perdana bungkil kelapa oleh PT Saricotama dari Pulau Kundur ke Malaysia.

Rafiq berharap, perusahaan ini bisa terus ekspor bungkil kelapa ke Malaysia.

Artinya, dengan adanya ekspor itu pertumbuhan ekonomi semakin baik di Karimun.

Ia berharap, semoga ke depan bisa meningkatkan volume ekspornya.

Selain itu, ia juga menyampaikan nilai total ekspor selama tahun 2018 berkisar Rp51,3 miliar untuk Kabupaten Karimun.

Jumlah itu terdiri dari ekspor seperti Kelapa, air Kelapa, Nanas, Pisang.

Di tahun ini, komoditas lainnya bisa juga diekspor ke Malaysia dan Singapura.

Perusahaan ini berkedudukan di Tanjung Batu yang bergerak di bidang ekspor komoditas perkebunan yaitu ekspor daging Kelapa, Air Kelapa atau buah Kelapa ke Malasia.

”Selain mencari alternatif pemasaran untuk produk kelapa di Kabupaten Karimun, juga menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat terutama untuk Masyarakat Pulau Kundur. Ini patut diapresiasi,” kata Rafiq.

Lebih lanjut, disampaikan dia, potensi Kelapa di Kaupaten Karimun cukup besar berdasarkan dari biro pusat statistik bahwa terdapat lebih kurang 3.000 hektare kebun kelapa di Kabupaten Karimun, dengan produksi lebih kurang 750 ton per tahun dengan produksifitas 541 Kg per hektare.

Untuk meningkatkan hasil pertanian, Pemda telah memberikan bantuan kepada petani berupa bibit dan pupuk. (ALRION)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here