Pendataan Beasiswa Jangan Asal-asalan

0
264
KETUA Komisi VI DPRD Kepri, Teddy Jun Askara saat mengunjungi SMKN 5 Tanjungpinang, belum lama ini. f-suhardi/tanjungpinang pos

Ketua Komisi IV DPRD Kepri, Teddy Jun Askara Minta Evaluasi Dilakukan

Pendataan siapa saja yang berhak menerima beasiswa dari Pemprov Kepri diminta jangan asal jadi seperti tahun 2017 lalu yang membuat mahasiswa demo besar-besaran.

DOMPAK – KETUA Komisi IV DPRD Kepri, Teddy Jun Askara (TJA) mengatakan, Dinas Pendidikan Pemprov Kepri harus mengevaluasi sistem pendataan, penetapan dan penyaluran bantuan beasiswa.

Teddy Jun Askara0 engatakan, sistem pendataan, penetapan penerima beasiswa hingga penyalurannya perlu dibenahi jangan sampai menjadi temuan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

”Tahun 2017 banyak permasalahan yang muncul akibat pemberian beasiswa karena tidak tertata secara administrasi, terstruktur dan sesuai kebutuhan,” ujarnya kepada wartawan.

Teddy mengemukakan, tahun ini belum tentu dianggarkan untuk beasiswa lantaran sistem penyaluran beasiswa belum diperbaiki. Anggaran beasiswa percuma dialokasikan dalam struktur APBD Kepri jika sistem pendataan dan penyalurannya semrawut.

”Kita tidak ingin terulang lagi seperti tahun 2017,” sebut TJA.

Berdasarkan peraturan Menteri Dalam Negeri, verifikasi data mahasiswa yang menerima beasiswa wajib dilakukan setahun sebelum penyaluran bantuan tersebut. Selama ini, kata dia, data penerima beasiswa dilakukan berdekatan dengan penyaluran beasiswa. Sehingga menyalahi aturan.

”Kami kasihan dengan mahasiswa kurang mampu, terutama yang berasal dari pesisir. Jika beasiswa itu diberikan dengan tepat, ini akan membantu mereka,” ucapnya.

Semestinya memberi dampak positif kepada mahasiswa yang menerimanya. Karena itu, ia sepakat dengan program Pemerintah Provinsi Kepri ketika masih dipimpin HM Sani yakni bekerja sama dengan berbagai kampus dan perusahaan sehingga mahasiswa penerima beasiswa dapat bekerja setelah lulus kuliah.

”Jadi ada dampak positifnya kepada daerah. Jangan sampai Pemprov Kepri memberikan beasiswa, tetapi ujung-ujungnya penerima beasiswa itu menjadi pengangguran setelah tamat kuliah. Jadi buat apa diberikan beasiswa,” katanya.

Tahun 2017 lalu, mahasiswa demo karena pendataan penerimaan beasiswa dinilai amburadul. Mereka menemukan ada nama yang ganda dan orang mampu justru mendapatkan beasiswa tersebut.

Mahasiswa dari berbagai kampus pun menggalang kekuatan untuk demo.(SUHARDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here