Pendemo KPU Bawa Bom

0
721
PASUKAN pengamanan Pilkada Tanjungpinang mengamankan demonstran yang anarkis dan membawa bom. Ini merupakan simulasi pengamanan Pilkada yang digelar di Dompak, Rabu (14/2).f-raymon/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Seribuan personel kepolisian baik Sabhara, Brimob, TNI, Satpol PP serta kendaraan lapis baja, water cannon siaga di Dompak untuk mengantisipasi Pilkada di Tanjungpinang.

Seluruh peralatan pengamanan itu dibawa dari Polres Tanjungpinang dan Brimob Batam ke Dompak sebagai persiapan apabila ada aksi massa yang hendak rusuh saat Pilkada nanti.

Saat itu, digelar simulasi pengamanan massa yang anarkis. Salah satunya simulasi pengamanan aksi massa yang tidak terima dengan hasil Pilkada 2018 dan mendatangi Kantor KPU Tanjungpinang untuk meminta pemilihan ulang.

Aksi masa ini berujung anarkis karena tidak terima hanya diterima oleh perwakilan KPU. Massa lantas beringas anarkis dan mulai melemparkan botol air kemasan ke arah petugas kepolisian yang mengawal aksi demo.

Para pengunjuk semakin anarkis mencoba menerobos dan melempar para petugas dari Dalmas yang menghadang masuk massa yang ingin masuk kekantor KPU. Tetapi massa tidak mudah mundur, malah bertambah jumlahnya. Terpaksa lah kendaraan water cannon diturunkan dan juga peluru gas air mata ditembakkan untuk membubarkan massa. Akhirnya massa pun berhasil dipukul mundur petugas. Dalam aksi simulasi sispam kota ini juga memperagakan penyelamatan sandera yang diculik. Anggota Brimob Polda Kepri telah mengincar para pelaku yang bersenjata lengkap langsung menyergap namun walaupun pelaku berhasil dilumpuhkan dan sandera berhasil diamankan di dalam mobil ada satu tas yang diduga berisikan bom.

Baca Juga :  Datok Prasetyo Wira Amar Adiwangsa

Hal ini membuat Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) bekerja ekstra untuk menjinakkan tas yang berisikan bom, melalui alat ronsen jarak jauh yang dikendalikan dari mobil Gegana yang parkir tidak terlalu jauh dari lokasi penjinakan bom.

Hasil ronsen memperlihatkan tas itu berisikan detonator, bahan peledak serta rangkaian kabel yang meyakinkan itu sebuah bahan peledak. Operator penjinak bom bergerak ke tas itu, seorang di antaranya langsung membawa alat pengurai rangkaian peledak. Dari jarak jauh, selanjutnya tim Jihandak langsung melakukan peledakan yang bertujuan mengurai bahan peledak.

Sesaat setelah pengurai bahan peledak bekerja, ledakan pun terjadi. Jihandak Brimobda Polda Kepri berhasil mengurai peledak dari jarak jauh. Gubernur Kepri Nurdi Basirun memberikan tepuk tangan usai melihat aksi simulasi yang dilakukan dari Polda Kepri, Polres Tanjungpinang, TNI dan Satpol PP.

Nurdi mengatakan, Kota Tanjungpinang mengadakan Pilkada serentak seperti daerah lainnya. Bersyukur dari rangkaian acara simulasi ini sukses dilaksanakan. TNI Polri dapat mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dalam Pilkada 2018. ”Dari gambaran yang kita lihat bersama, TNI Polri sukses menjaga keamanan Pilkada,” katanya.

Baca Juga :  Tiang Jalan SP II Sudah Keropos

Nurdin menyebutkan, walaupun aksi unjuk rasa yang anarkis bukan lah budaya Melayu namun kita perlu mengantisipasi keadaan. Perlunya sinergitas bersama dalam menjaga kedamaian dalam Pilkada.

”Karena dengan berhasilnya Pilkada ini kita bersama-sama ikut berperan penting dalam menjaga kedamaian, peran masyarakat dalam membangun sangat besar,” sebutnya.

Ia mengimbau, Pilkada ini dalam menjaga keamanan dan ketertiban maka harus dijadikan Provinsi Kepri selalu dalam keadaan aman. ”Insya Allah yang kita saksikan bersama tadi bukan budaya Melayu melainkan ini persiapan keamanan,” jelasnya.

”Kepada pasangan calon keduanya dan tim sukses kita doakan mereka dapat berjuang mendapatkan Ridho Allah sehingga proses Pilkada ini berjalan aman, tertib dan damai,” pungkasnya.

Sementara itu Wakapolda Kepri Brigjen Pol Yanfitri Halimansyah mengatakan pelaksana pengamanan Pilkada Tanjungpinang akan di-backup penuh Polda Kepri. ”Berapa saja personel yang dibutuhkan Polres dalam membantu melakukan pengamanan akan kita kirimkan dari Batam,” jelasnya.

Baca Juga :  Panlih Siapkan Proses Pemilihan Cawagub

Dalam Pelaksanaan tahapan Pilkada saat ini, Yanfitri juga mengakui, telah mengirimkan 300 personel Brimob dan dua kompi satuan Sabhara untuk mem-back up pelaksanaan tahapan Pilwako di Tanjungpinang. ”Kita telah kirim Brimob dan Sabhara untuk backup penganaman Pilkada,” pungkasnya.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro mengatakan, yang digelar kemarin adalah simulasi Tacktikal Floor Game (TFG) serta Simulasi Sispam Kota. Untuk personel yang dilibatkan dari Brimob Polda Kepri sebanyak 300 personel, Sabhara Polda Kepri 100 personel, untuk Polres Tanjungpinang sendiri ada 150 personel dan tambahan dari TNI, Satpol PP dan pejabat-pejabat KPU.

”Untuk kekuatan dalam tahapan kampanye polres menurunkan 165 personel dan TNI terdiri dari Lanud, Lanudal dan Kodim 0315/ Bintan sebanyak satu pleton,” jelasnya.

Menurutnya, semua berharap agar dalam pengamanan Pilkada serentak 2018 ada rasa kebersamaan, kerja sama, soliditas, dan dapat bersinergi dengan semua elemen masyarakat. (ray)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here