Penderita Hepatitis B Masih Tinggi

0
130
Ibu Hamil sedang mengikuti skrining di puskesmas. f-istimewa

Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang mencanangkan capai eliminasi penularan HIV, Sifilis dan Hepatitis B pada tahun 2022 mendatang.

TANJUNGPINANG – Indikator pencapaian target eliminasi ditandai dengan jumlah infeksi baru HIV, Sifilis dan atau Hepatitis B pada anak kurang dari atau sama dengan 50 per 100 ribu kelahiran hidup.

Hal itu disampaikan Rustam, Kadis Kesehatan Dalduk dan KB Kota Tanjungpinang, kemarin.

Menurutnya, jumlah ibu hamil yang telah mengikuti skrining HIV misalnya, pada tahun ini mencapai 1.807 orang, yang diketahui positif lima orang. Skrining Sifilis 1.807 orang ada empat orang diantaranya positif. Dan skrining Hepatitis B 1.787 orang, 35 diantaranya positif.

Sambungnya, target tersebut dicanangkan sebagai bentuk dukungan dan tindak lanjut Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 52 Rahun 2017 Tentang Eliminasi Penularan Human Imunodeficiency Virus, Sifilis dan Hepatitis B dari ibu ke anak.

Rustam menegaskan, kemungkinan penularan tiga penyakit tersebut dari ibu ke anak harus dicegah seminimal mungkin. Sebab, berdampak pada kesakitan, kecacatan, dan kematian serta memerlukan pelayanan kesehatan jangka panjang dengan beban biaya yang besar.

Kata dia, tahapan pelaksanaan eliminasi akan ditempuh melalui empat tahapan, yakni akses terbuka pada tahun 2018-2019, Pra eliminasi penularan pada tahun 2020-2021. Eliminasi penularan pada tahun 2022. Pemeliharaan pada tahun 2023-2025

”Untuk dapat mencapai tahapan tahapan tersebut Dinkes akan meningkatkan penyuluhan kepada masyarakat tentang manfaat deteksi dini HIV, Spifilis dan Hepatitis B,” ujarnya

Sambung Rustam, untuk meningkatkan pengetahuan dan tanggungjawab ibu hamil sampai menyusui, dan pasangannya serta meningkatkan peran masyarakat untuk menjaga keluarga sehat sejak dari kehamilan

Sejauh ini, kata Rustam sudah semakin meningkat kesadaran para ibu hamil untuk mengikuti skrining tiga penyakit tersebut.

Dengan diketahui adanya ibu hamil yang terinfeksi secara dini, sambung Rustam, maka upaya pengobatan terhadap ibu yang bersangkutan menjadi lebih cepat. Dan, resiko tertular pada bayinya kecil kemungkinan. Dan yang paling penting, bayi yang dilahirkan dapat dicegah agar tidak tertular dari ibunya. (ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here