Penderita HIV/AIDS Nambah 128 Orang

0
1096
Cek kesehatan: Warga ramai-ramai mengikuti cek kesehatan gratis yang digelar beberapa waktu lalu. f-dokumen/tanjungpinang

Kasus HIV/AIDS di Kota Tanjungpinang masih tinggi. Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang mengajak masyarakat untuk bersama-sama berani melakukan tes HIV. Tujuannya, agar yang terjangkit HIV bisa cepat mengikuti pengobatan sedini mungkin dan berkesinambungan.

”Kini telah dikembangkan paradigma baru dalam penanganan HIV/AIDS. Dulu HIV disebut penyakit yang tidak ada obatnya. Namun, sekarang HIV/AIDS lebih dipandang sebagai penyakit kronis (seperti diabetes dan hipertensi) yang obatnya tersedia namun harus dikonsumsi se-panjang hidup,” kata Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang, baru-baru ini.

Menurutnya, dalam kurun setahun terakhir, ternyata lebih dari 100 kasus penderita HIV yang baru terjangkit. Setiap tahunnya, penderita HIV/AIDS yang meninggal mencapai 25 kasus. Umumnya penderita baru HIV/AIDS di Tanjungpinang ini disebabkan oleh hubungan seksual.

Baca Juga :  Pegawai Pemprov Ancam Laporkan Gubernur Kepri ke MK

Sampai September 2017 ini saja, sudah ada 87 kasus HIV dan kasus AIDS ada 41 orang. Artinya ada 128 yang kena HIV dan AIDS. Sementara yang telah meninggal ada 24 orang. Sementara pada 2016 lalu ada 163 kasus HIV dan 82 orang AIDS serta yang meninggal dunia ada 25 orang. Penderitanya, HIV/AIDS ini ternyata banyak pasangan suami istri.

”Kelompok umur 25-49 tahun untuk rumah tangga ada 77 persen. Sementara rumah tangga yang berumur 15-24 yang menderita HIV/AIDS ada 11 persen. Yang kita khawatirkan, penderita HIV/AIDS ini terjadi pada ibu rumah tangga karena jumlahnya mencapai 20 persen dibandingkan dengan penderita rumah tangga dari kalangan pekerja PSK yang hanya 12 persen,” bebernya Rustam.

Baca Juga :  Pencuri Celengan Pedagang Pasar Lama Ditembak Polisi

Mirisnya lagi, penderita HIV/AIDS saat ini juga ada yang ditemukan pada ibu-ibu hamil. Untuk ibu hamil saja yang telah diperiksa sampai Oktober ini ada 2.664 orang. Ternyata ada yang positif HIV/AIDS. Total pemeriksaan ibu-ibu sampai Oktober 2017 ada 6.416 ibu dan ditemukan ada 103 penderita HIV.

”Memang obat tersebut tidak menyembuhkan. Tetapi dapat menjamin kesehatan tetap terjaga dan bisa tetap produktif secara sosial dan ekonomi,” bebernya.

Dengan makin banyak yang mengikuti tes HIV, dan melanjutkan pengobatan berkesibambungan, ia berharap penularan HIV baru dapat dicegah.

Baca Juga :  Dilempar Broti, Pembalap Liar Tewas

Tujuannya agar semua penderita HIV/AIDS cepat mendapat pengobatan. Menjelang Hari AIDS se-dunia pada 1 Desember 2017 mendatang, Dinkses akan mengajak berbagai lembaga pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat untuk menyebarluaskan pesan penting mengantispasi HIV/AIDS.

”Kita mengajak masyarakat untuk mengikuti tes HIV dan AIDS bagi seluruh warga masyarakat. Sesuai tema hari AIDS sedunia tahun ini. Temanya; Saya berani, saya sehat. Dengan subtema; lindungi yang tersayang dari HIV. Untuk ibu rumah tangga yang terjangkit HIV atau AIDS bisa saja penyakit itu dibawa oleh suaminya hingag istrinya tertular,” sebutnya. (bas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here