Pendidikan Karakter Melalui Kepramukaan

0
1249
Agung Prambudi

Oleh: Agung Prambudi
Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara, UMRAH

Dinamika budaya dan karaker bangsa kita sekarang menjadi pandangan tajam oleh masyarakat. Dapat kita jumpai pemuda-pemudi yang masih dijenjang pendidikan sekolah yang banyak melakukan penyimpangan karakter seperti, melawan orangtua, melawan guru, tawuran, berkelahi, dan sebagainya. Dilihat dari berbagai tulisan media, wawancara, dan dialog di media elektronik bahwa yang dilakukan disebabkan karena kurangnya pendidikan karakter di sekolah. Pendidikan di sekolah tidaklah cukup untuk mendidik karakter peserta didiknya. Pendidikan formal kebanyakan hanya mendidik aspek kognitif dari peserta didik. Pada saat ini anak-anak muda sebagai tunas-tunas harapan negara yang nantinya akan menggantikan untuk memimpin negara ini moralnya sudah sangat memprihatinkan. Bukan cuma pada kenakalan ramaja saja. Sekarang, pergaulan bebas remaja berdampak buruk bagi moral generasi sekarang.

Oleh karenanya, melalui pendidikan karakter ini diharapkan genarasi muda dapat membentengi dirinya dalam menggarungi derasnya informasi sekarang ini dan perubahan budaya bangsa serta lunturnya nilai-nilai luhur bangsa. Menurut bahasa, karakter adalah tabiat atau kebiasaan. Sedangkan menurut ahli psikologi, karakter adalah sebuah sistem keyakinan dan kebiasaan yang mengarahkan tindakan seorang individu. Karena itu, jika pengetahuan mengenai karakter seseorang itu dapat diketahui, maka dapat diketahui pula bagaimana individu tersebut akan bersikap untuk kondisi-kondisi tertentu.

Baca Juga :  Sukses Bersama Proktor untuk UNBK

Pendidikan karakter tertuang dalam Undang-Undang No.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 3 menyebutkan Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis.

Kita menanamkan dan menumbuhkan pendidikan karakter salah satunya melalui kegiatan kepramukaan. Dalam menanamkan dan menumbuhkan karakter bangsa, dikepramukaan terdapat dalam trisatya dan dasa dharma. Gerakan Pramuka sebagai organisasi yang bergerak dalam bidang pendidikan non formal diharapkan mampu menjadi suatu kekuatan perubahan sosial nasional. Peran besar gerakan pramuka dalam pembentukan kepribadian generasi muda dalam bidang karakter bangsa hendaknya dapat diwujudkan dalam praktik kehidupan sehari – hari. Ditinjau dari segi sosial budaya dari pembangunan bangsa maka pendidikan kepramukaan yang sebenarnya paling cocok untuk mempersiapkan kaum muda untuk menanggulangi merosotnya karakter bangsa, karena kegiatan kepramukaan bersumber dari Dasa Dharma Pramuka.

Baca Juga :  Bersama Menuju Bangsa Sehat dan Berprestasi

Dengan demikian, dapat menunjukkan bahwa Gerakan Pramuka sebagai  salah satu kegiatan ekstra kurikuler di sekolah sangat relevan dengan pendidikan karakter bangsa terbukti dengan kesamaan nilai-nilai pendidikan karakter dengan nilai-nilai Dasa Dharma. Pendidikan yang dilakukan Pramuka di antaranya bertujuan untuk membentuk generasi muda menjadi orang yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum dan disiplin. Dengan begitu mereka akan menjadi orang yang menjunjung tinggi nilai keluhuran bangsa Indonesia sehingga menjadi kader bangsa yang sanggup menjaga serta membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan mengamalkan Pancasila serta melestarikan lingkungan hidup.

Baca Juga :  Madu, Nutrisi Alami Serba Bisa

Pendidikan karakter saat ini memang harus segera dilakukan, mengingat perkembangan masyarakat yang  berjalan. Karakter budaya Indonesia yang  sudah dikagumi bangsa lain jangan sampai pupus oleh gesekan mental generasi muda yang lebih menyenangi budaya asing yang merupakan efek dari globalisasi. Namun dengan budaya asing yang masuk ke Indonesia sudah seharusnya menjadi motivasi untuk lebih mencintai budaya bangsa sendiri. Untuk itu pendidikan karakter sudah tidak bisa di tunda lagi.***

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here