Penerapan Tarif Pas Pelabuhan Ditunda

0
437
PELABUHAN: Penumpang saat tiba di Pelabuhan Sribintan Pura. H Lis Darmansyah dan Menteri Perhubungan saat itu meninjau pelabuhan (bawah). f:suhardi/tanjungpinang pos

Hasil RDP DPRD Kota

PT Pelindo I Tanjungpinang akhirnya menunda penerapan kenaikan tarif pas penumpang di pelabuhan internasional Sribintan Pura. Semula, tarif untuk pelabuhan internasional direncanakan naik mulai, 1 Maret 2017. Namun, rencana itu dibatalkan PT Pelindo selaku pengelolanya, setelah ditentang oleh berbagai elemen di Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang berlangsung di Kantor DPRD Kota Tanjungpianng, Selasa (28/2).

Tanjungpinang – Anggota Komisi II DPRD Kota Tanjungpianng Reni menyebutkan, tarif baru Pelindo itu mesti disosialsiasikan terlebih dahulu. Hingga mesti ditunda dulu.

Selain itu, kata Reni, dewan menginginkan agar ada perbedaan tarif antara warga asing dengan warga negara Indonesia.

Ganeral Manager PT Pelindo I Wayan Wirawan mengakui kalau tarif baru itu pemberlakuannya ditunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

”Bukannya batal, tapi ditunda sesuai dengan kesepakatan hasil pertemuan dengan DPRD,” ucapnya melalui sambungan telepon, kemarin.

Sebelumnya, ketua Kadin Kota Tanjungpinang, Bobby Jayanto melihat Pelindo terkesan suka-sukanya memberlakukan tarif baru dan tak menghargai lagi para petinggi daerah.

Termasuk tidak menghargai Wali Kota Tanjungpinang, Gubernur Kepri dan DPRD Kota Tanjungpinang yang menolak kenaikan tarif tersebut.

Sementara General Manajer (GM) PT. Pelindo I Cabang Tanjungpinang, Wayan Wirawan mengatakan, Pelindo resmi menaikan tarif pas pelabuhan khusus untuk internasional.

Ia mengaku, kenaikkan pas pelabuhan itu demi untuk meningkatkan pelayanan terhadap para penumpang yang menggunakan jasa Pelabuhan Sribintanpura (SBP) sebagai dermaga keberangkatan.

”Sudah 10 tahun kita bertahan di harga lama yakni Rp 13 Ribu. Sudah saatnya kita menaikkan tarif demi meningkatkan pelayanan kepada penumpang,” ungkapnya Selasa, (28/2).

Wayan juga menjelaskan, bahwa rencana penaikan tarif pas pelabuhan tersebut sudah jauh-jauh hari dibahas. Bahkan, diakuinya sudah direncanakan sejak tahun 2013 lalu.

Namun, karena banyaknya penolakan dari berbagai pihak pada saat itu, terpaksa dibatalkan.

Namun kali ini, Wayan bersikukuh untuk tetap mempertahankan menaikkan tarif pas pelabuhan, meskipun banyak yang menolaknya. ”Kita tunda berlakukan tarif baru pas untuk pelabuhan internasional dulu,” kata dia.

Menurutnya, kenaikan tarif tentunya harus disesuaikan dengan pelayanan kepada publik. Seperti ruang tunggu yang nyaman, parkir yang luas dan rapi, hingga toilet yang bersih. Kenaikan tarif yang dibayar penumpang digunakan untuk meningkatkan dan perbaikan pelayanan pelabuhan terhadap publik.

”Nilai harga akan berbanding lurus dengan pelayanan dan kenyamanan,” ungkap.

”Karena tarif yang sudah diterapkan saat ini tidak seimbang dengan peningkatan biaya operasional terminal yang semakin besar. Seperti biaya bahan bakar, tarif dasar listrik juga terus mengalami peningkatan begitu juga dengan air bersih. Dan juga kebutuhan dana untuk investasi pembangunan seperti lapangan parkir, gedung terminal, ponton sandar kapal hingga dermaga,” tegasnya.

Kenaikan pas masuk penumpang pelabuhan yang ditetapkan PT Pelindo I Cabang Tanjungpinang cukup wajar. Ia bahkan menilai tidak memberatkan penumpang baik pengantar maupun penjemput.

”Sebab tarif pas penumpang pelabuhan tersebut sebelumnya sangat rendah dibandingkan dengan daerah lainnya,” kata Wayan.

Leng Tie (47) salah satu calon penumpang yang mengaku sering ke negara tetangga Singapura mengaku tidak keberatan dengan naiknya harga pas yang menjadi ketetapan Pelindo, baginya selama bisa memberikan kenyamanan terhadap penumpang maka harga yang pantas juga harus diberikan.

”Tak apalah kalau naik, yang penting kita bisa nyaman dan dilayan dengan baik,” paparnya yang mengaku semakin hari pelayanan pelabuhan SBP semakin menunjukkan kemajuan yang pesat.

Wali Kota (Wako) Tanjungpinang, H Lis Darmansyah mengatakan, dirinya tak setuju pas Pelabuhan Internasional Tanjungpinang naik, dari Rp 13 ribu menjadi Rp 50 ribu.

Apa lagi kenaikan pas Pelabuhan Internasional diberlakukan untuk warga negara Indonesia (WNI).

”Tidak bisa. Saya tidak setuju,” kata Lis.

Karena menurutnya, dengan tarif pas Pelabuhan Internasional sebesar Rp 50 ribu telah memberatkan WNI, yang hendak berangkat ke luar negeri melalui Pelabuhan Internasional Tanjungpinang.

Dengan itu, dia berjanji akan menyurati Pelindo terkait kenaikan tarif pas Pelabuhan Internasional mencapai Rp 50 ribu. Intinya, Pemko Tanjungpinang menolak alias tidak setuju dengan kenaikan tarif pas Pelabuhan Internasional, yang telah di berlakukan Pelindo sebagai pengelola Pelabuhan Sribintan Pura (SBP) Tanjungpinang.

”Kalau orang asing dikasih Rp 100 ribu, silakan saja. Kalau WNI jangan dikasih Rp 50 ribu. Dia sarankan, Pelindo memberikan tarif pas Pelabuhan Internasional untuk WNI antara Rp 30 ribu atau Rp 40 ribu.

”Saya rasa kalau segitu tidak memberatkan WNI,” sebut dia.

Andika, warga Kota Piring tidak setuju dengan kenaikan pas Pelabuhan Internasional Tanjungpinang.

”Saya tidak setuju. Karena besar sekali, Kalau bisa Rp 25 ribu baru setuju,” tegasnya. (bas/yoan/andri/dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here