Penerbangan Batam Makin Sepi

0
774

Buntut Ongkos Masih Mahal

Harga tiket pesawat masih mahal. Dampaknya, penerbangan pesawat di Batam turun lantaran penumpang makin sepi. Pihak maskapai pun mengurangi jadwal terbangnya.

BATAM – HAL ini membuat kedatangan dan wisawatan nusantara (Wisnus) dan wisatawan mancanegara (Wisman) ke batam menurun. Pihak pengelola bandara berharap, penerbangan di Batam bisa normal kembali Februari nanti.

Meski Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia atau Indonesia National Air Carriers Association (INACA) menyebut tarif tiket maskapai penerbangan domestik turun, namun belum mendongkrak dunia penerbangan.

Pengelola Bandara Hang Nadim Batam berharap, awal Februari 2019, penerbangan sudah normal. Dalam artian, harga tiket sudah turun seperti sebelum kenaikan yang signifikan awal tahun ini.

Dengan demikian, lalu lintas udara di Hang Nadim juga diharapkan normal. Saat ini, penerbangan di Hang Nadim turun.

Baca Juga :  Nelayan Natuna Terancam Rugi Besar

Harapan itu disampaikan Direktur BUBU Hang Nadim, Suwarso, mencermati harga tiket pesawat yang menyebabkan penumpang turun. Penurunan jumlah penumpang sekitar 6 sampai 8 persen.

”Penurunan akibat tiket tinggi dan daya beli masyarakat tidak meningkat. Tapi kita perkirakan Februari sudah normal,” kata Suwarso, kemarin.

Dijelaskannya, selama ini pada hari normal, penumpang di Bandara Hang Nadim sekitar 7,2 ribu per hari. Namun kini sudah turun, karena harga tiket yang mahal. Selain itu, sudah ada maskapai penerbangan yang mengurangi penerbangan ke Batam.

”Garuda mengurangi penerbangan. Ini karena jumlah penumpang turun. Sekarang tinggal sekitar 6 ribu per hari,” bebernya.

Saat ini harga tiket pesawat yang berada di ambang batas atas, berlangsung jelang Natal 2018. Masyarakat mengeluh karena harus membayar dua kali lipat dari harga normal. ”Sementara tidak terlihat ada kepadatan penumpang,” sambung dia.

Baca Juga :  Program CSR Baktiku Negeriku Raih Juara di Swiss

Menurutnya, harga tiket yang tinggi bisa bertahan lama, karena adanya perbedaan hitungan masa ketika ramainya orang-orang membeli tiket, antara pemerintah dan maskapai.

Hitungan pemerintah, masa peak season berlangsung pada momen menjelang Natal 2018 hingga awal Januari 2019, tepatnya pada H+6 tahun baru.

”Sementara hitungan maskapai, peak season berlangsung hingga akhir Januari 2019. Tapi hitungan maskapai tak sesuai dengan kondisi saat ini. Karena sudah dua minggu ini terjadi penurunan penumpang di Hang Nadim,” kata dia.

Saat ini, kata dia, Lion Air sudah menurunkan harga tiket. Namun harga tiket itu belum di angka normal. Lion Air memasang harga seperti rute Batam-Jakarta sudah di bawah Rp1,5 juta.

Baca Juga :  Kini, Tak Punya Kuasa Lagi di Laut

”Kemarin sempat di angka Rp1,5 juta. Sekarang sudah turun,” ujarnya.

Maskapai Garuda mengurangi penerbangan Batam-Jakarta, dari lima penerbangan per hari menjadi tiga penerbangan per hari. ”Itu karena sepi penumpang. Dibanding tahun 2017 dan 2018, penumpang turun cukup signifikan,” keluh Suwarso.

Harga diperkirakan bisa ke angka normal, setelah Imlek. Hal ini karena diperkirakan, saat Imlek nanti arus penumpang juga akan meningkat. ”Kalau Imlek, biasanya penumpang meningkat. Jadi normal beberapa hari setelahnya,” kata dia memperkirakan.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here