Penerbangan Batam-Natuna Makin Jauh

0
1436
MENKOPULHUKAM Wiranto saat tiba di Natuna naik pesawat bersama sejumlah pejabat negara lainnya. f-hardiansyah/tanjungpinang pos

Udara Negara sendiri tak bisa dilewati

Tak hanya mengendalikan udara wilayah Kepri, namun Singapura juga menguasai sebagian udara Kepri. Sehingga, pesawat Indonesia tak bisa melewatinya.

NATUNA – UDARA Kepri yang dikuasai Singapura berada di daerah perairan Bintan. Hal ini juga yang membuat jarak penerbangan dari Batam ke Natuna makin jauh karena harus memutar.

Komandan Lanud Raden Sadjad (RSA) Natuna, Kolonel Pnb. Azhar Aditama mengatakan, penerbangan dari Batam ke Natuna maupun sebaliknya tidak bisa terbang lurus karena harus menghindari danger area (wilayah berbahaya) milik Singapura.

Danger area merupakan suatu kawasan di laut yang berada di perairan Bintan. Kawasan ini dikuasai oleh Singapura dalam bentuk kontrak dengan Indonesia yang dijadikan sebagai zona latihan perang tentara mereka.

”Kalau kita terbang dari sini ke Batam atau sebaliknya, pesawatnya harus mutar menghindari tempat latihan perang Singapura. Pesawat komersil tidak diperkenankan melintas di atas zona itu,” kata Kolonel Azhar di Lanyd RSA, kemarin.

Menurutnya, bila keharusan itu tidak ada, maka penerbangan dari dan ke Natuna bisa ditempuh dalam waktu lebih singkat. ”Kalau terbangnya bisa lurus, kita pasti lebih cepat sampai. Lihat saja berapa jauh kita berputar ini,” sebutnya sambil menunjukkan rute penerbangan itu.

Di wilayah itu, Singapura selalu melakukan latihan perang udara dan laut karena di negara mereka tidak ada kawasan yang bisa dijadikan sebagai zona latihan perang. ”Mereka takut kalau wilayah itu di lewati orang karena mereka selalu menggelar latihan perang di situ,” terangnya.

Ia mengaku yakin, faktor yang satu ini juga turut menjadi penyebab tingginya biaya penerbangan dari dan ke Natuna. ”Saya rasa ini juga jadi salah satu faktor penyebab tiket mahal untuk penerbangan di Natuna,” pungkasnya.

Selain faktor jarak yang makin jauh, tingginya ongkos pesawat dari dan ke Natuna juga dipengaruhi belum banyaknya pesawat yang melayani penumpang dari dan ke Natuna. Sehingga persaingan tarif rendah.

Beda dengan Batam yang sudah membuka rute ke banyak daerah dan maskapai penerbangan banyak yang masuk ke Batam, sehingga persaingan makin ketat dan ongkos lebih murah kecuali saat musim liburan panjang.

Pesawat menjadi alat transportasi penting di Kepri mengingat daerah ini geografisnya lautan. Jika naik kapal terutama untuk Natuna, Anambas, Tambelan, bisa seminggu atau lebih.

Karena itu, bagi kalangan pebisnis atau pejabat atau pekerjaan urgent, naik pesawat menjadi keharusan meski ongkosnya mahal. Ini masih dilema bagi daerah-daerah jauh di Kepri.(HARDIANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here