Penerima Bantuan Rehab Rumah Ikut Sosialisasi

0
68
Calon penerima bantuan program perbaikan RTLH Tanjungunggat mengikuti sosialisasi dari Disperkim Tanjungpinang, Jumat (12/4) pagi.

TANJUNGPINANG – Calon penerima bantuan rehab rumah melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) mengikuti sosialisasi yang dilaksanakan Dinas Perkim Kota Tanjungpinang.

Dilaksanakan di Aula Kantor Kelurahan Tanjungunggat, Jumat (12/4) pagi. Sebelumnya, para calon pemerina di Kelurahan Tanjungayun Sakti dan Kelurahan Tanjungpinang Timur, Bukit Bestari juga mengikuti sosialisasi.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) program RTLH Disperkim Tanjungpinang, Arif menuturkan, pekerjaan akan dilaksanakan usai Idul Fitri agar tidak menganggu suasana perayaan.

Bantuan yang diberikan senilai Rp19 juta per unit. Dengan pembagian, senilai Rp2,5 juta upah tukang, Rp16,5 juta untuk membeli material bangunan.

Arif menuturkan, kuota keselurahan program bedah rumah se-Kota Tanjungpinang 183 unit yang didanai APBN melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).

Dari jumlah ini, penerima paling banyak yaitu Kelurahan Tanjungunggat, sejumlah 103 unit. Menyusul Kelurahan Tanjungpinang Timur dan Tanjungayun Sakti.

Dituturkannya, program ini difokuskan di beberapa kelurahan di Bukit Bestari. Terkait kuota di Tanjungunggat yang lebih besar, karena banyak yang mengajukan.

“Paling banyak daftar tunggu dan mengajukan dari Kelurahan Tanjungunggat. Ini pun belum bisa semua terpenuhi. Mudah-mudahan tahun berikutnya program yang sama berjalan kembali,” ucapnya.

Ia menuturkan, bahwa sosialisasi ini harus dihadiri calon penerima. Agar tidak ada kesalahan dalam pelaksanaan di lapangan.

Dituturkannya, para calon penerima harus mengetahui mekanisme program tersebut. Mulai dari besaran anggaran, sistem pencairan serta dokumen yang harus dilengkapi.

Arif menuturkan, agar program tersebut tepat sasaran dan sesuai aturan, nantinya ada pendamping. Para calon penerima pun akan dibentuk kelompok.

Ditambahkannya, pelaksanaan di dua kelurahan lainnya akan lebih dahulu, yaitu dalam waktu dekat.

”Jumlah peneruma di dua kelurahan lebih sedikit jadi kerjanya tidak begitu lama,” paparnya.

Staf Bidang Perkim tersebut menuturkan, melalui bantuan ini, diharapkan bisa mewujudkan hunian yang lebih baik.

Ketua RT 4/6 Kelurahan Tanjungunggat, Uus menuturkan, kuota tahun ini lebih besar dari sebelumnya.

Menurutnya, kegagalan tahun lalu terkait syarat bahwa rumah pribadi warga tersebut harus berdiri dilahan hak milik atau minimal alas hak.

”Kalau di pesisir rata-rata tidak memiliki dokumen itu, tahun ini dipermudah cukup melampirkan surat pernyataan dari tuan tanah,” ucapnya.

Syarat-syarat yang diminta juga tidak sulit. Diantaranya, fotokopi KTP, Kartu Keluarga serta surat pernyataan pemakaian lahan dan menyediakan 10 lembar materai.

Calon penerima bantuan, Lince Sitorus mengaku sangat senang bila terwujud menerima bantuan tersebut. ”Sudah puluhan tahun tinggal di pesisir, mudah-mudahan bisa terealisasi,” harapnya.

Ia berencana bila menerima bantuan akan memperbaiki dapur yang masuk kategori rusak parah. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here