Penerima Bidikmisi UMRAH Terbatas

0
1826
Warek II UMRAH, Agus Sutikno saat dilantik Rektor UMRAH, Syafsir Akhlus

TANJUNGPINANG – Wakil Rektor (Warek) II Bidang Umum, Perencanaan, Keuangan dan Sistem Informasi UMRAH Tanjungpinang, Agus Sutikno, SP MSi menuturkan, kuota penerima beasiswa melalui bidikmisi dibatasi pusat.

Sesuai ketentuan dari pusat, tahun ajaran baru ini, kuota penerima beasiswa bidikmisi di UMRAH 229 orang. Padahal yang mendaftar dan dinyatakan lulus di UMRAH sekitar 1.208 orang.

Mahasiswa yang lulus terdiri dari dua kategori yakni 806 pelamar untuk jalur SNMPTN dan 402 untuk jalur SBMPTN.

Agus menuturkan, minimnya kuota beasiswa ini, membuat dilema pihaknya. Perlu melakukan verifikasi menyeleksi kelayakan penerima sesuai kuota yang ditetapkan pusat.

Setelah melalui seleksi tim, maka kuota penerima bidik misi melalui jalur SNMPTN 156 orang dan 73 orang melalui SBMPTN.

Baca Juga :  STAIN-SAR Kepri Terima SK Pembukaan Empat Prodi Baru

”Program bidikmisi dua tahun terakhir ini berbeda dengan sebelumnya. Sekarang kuota ditetapkan pusat dan yang menyeleksi diserahkan ke kampus. Ini dilema. Kalau kami inginnya semua yang dinyatakan lulus bisa menerima beasiswa,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, kemarin.

Dituturkannya, syarat menerima beasiswa bidikmisi, yang bersangkutan harus lulus seleksi SNMPTN atau SBMPTN. Jika tidak lulus, maka tidak bisa menerima beasiswa.

Persoalan yang terjadi, mahasiswa tersebut lulus SNMPTN atau SBMPTN namun tidak mendapatkan beasiswa bidik misi karena keterbatasan kuota setelah melalui seleksi yang dilakukan pihak kampus.

Meski demikian, hak mahasiswa bersangkutan untuk kuliah tetap bisa, namun harus mengikuti jalur umum dengan membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) sesuai dengan pendapatan orangtua. Selanjutnya melakukan registrasi kembali ke kampus.

Baca Juga :  Mengokohkan Karakter Muslim Negarawan

Biaya UKT mahasiswa beragam. Mulai dari UKT I yang paling murah yaitu senilai Rp500 ribu. UKT II, senilai Rp1 juta, UKT III senilai Rp2,4 juta serta sampai dengan Rp5 juta per semester tergantung dari kemampuan orangtua.

Disinggung kenapa mereka yang tak masuk kuota bidikmisi diberikan UKT I, menurut Agus juga tidak bisa meng-cover semua. Pihak kampus memberikan kuota untuk UKT I dan II. Yaitu hanya sekitar 10 persen dari total mahasiswa.

Dituturkannya, total penerimaan mahasiswa baru di UMRAH 2018 sekitar 1.600-an orang. Ini artinya, hanya 160 orang yang berhak mengambil UKT I. Begitu juga dengan kuota UKT II, UMRAH.

Ia berharap melalui kejadian tahun ini, kedepannya, ada peran dari Pemerintah Provinsi Kepri maupun kabupaten-kota untuk turut andil memberikan perhatian kepada siswa tak mampu.

Baca Juga :  Pandemi, Mahasiswa Stisipol Jualan Online

”Programnya mungkin hampir mirip seperti bidik misi juga namun punya daerah. Ini akan meng-cover calon mahasiswa tak mampu yang lulus SNMPTN maupun SNMPTN. Jika UMRAH harus menanggung seluruhnya, saya rasa tidak akan mampu,” ucapnya.

Apa yang disampaikan Agus tersebut untuk menjelaskan kepada orangtua siswa terkait yang dialami Yeni, mahasiswa baru dari kalangan kurang mampu dan tidak bisa membayar uang kuliah Rp2,4 juta. (dlp)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here