Penerimaan IMTA Belum Capai Target

0
609

KARIMUN – Pada semester pertama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun telah meraup Rp 2,5 miliar untuk pengurusan Izin Mempekerjakan Tanaga Asing (IMTA). Pengurusan izin itu, dijalankan oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pemkab Karimun. Namun jumlah tersebut masih jauh dari target yang ditentukan, yakni 50 persen atau senilai Rp 5 miliar. ”Kalau dilihat dari penerimaan IMTA sampai dengan akhir bulan lalu sebesar Rp 2,5 miliar, dan sampai akhir tahun sulit pengejar sisa target yakni Rp 2,5 miliar lagi,” ujar Azmi Yuliansyah, Kepala Disnaker, kemarin.

Baca Juga :  Pemkab Jamin Ketersediaan Sembako

Sebab, kondisi tenaga kerja asing yang ada di daerah Karimun sudah berkurang dibandingkan pada tahun 2016 lalu. Menurutnya, Kondisinya cukup berbeda dari tahun lalu yakni jumlah tenaga kerja asing cukup banyak sehingga realisasi IMTA mencapai Rp 7 miliar. Sesuai pendataan, jumlah tenaga kerja asing yang akan habis masa berlakunya dimulai pada bulan Agustus dan September. Mengingat para tenaga kerja asing itu, banyaknya di PT Saipem Indonesia Karimun Branch.

Sedangkan saat ini jumlah pekerja asing di perusahaan tersebut sudah banyak berkurang seiring berkuranganya volume pekerjaan di perusahaan itu. ”Kesulitan lain yang dihadapi untuk mencapai target, berkaitan dengan pengawasan. Artinya, siapa yang tahu bahwa ada pekerja asing yang masuk menggunakan paspor kunjungan biasa ke daerah kita dan kemudian kerja di perusahaan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bangun Karimun, Pemkab Gandeng Kemenhub

Dengan cara itu, pekerja asing tidak membayar IMTA. Hal ini disebabkan, pengawasan tidak lagi ada di Disnaker kabupaten melainkan di Pemerintah Provinsi. (yon)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here