Penerimaan Retribusi Parkir Belum Maksimal

0
675
Terlihat juru parkir sedang menata kendaraan roda dua di Jalan Kota Lama tepatnya di Pasar Baru Tanjungpinang.f-raymon/tanjungpinang pos

Potensi penerimaan dari retribusi parkir di Ibu Kota Provinsi Kepri Tanjungpinang sangat besar, namun masih belum tergarap dengan baik.

TANJUNGPINANG – Dampaknya, penerimaan retribusi parkir belum maksimal dan target tak tercapai. Hal ini diungkapkan Ketua Komisi II Anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Mimi Betty Wilingsih, kemarin.

Politisi Golkar ini menegaskan, hal ini karena belum beraninya Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tanjungpinang menerapkan sistem parkir stiker atau bulanan. Realisasi retribusi parkir 2017 sekitar Rp 1,1 miliar, dari target senilai Rp 1,3 miliar. ”Saya rasa untuk mencapai angka target retribusi itu tidak susah. Hanya perlu keberanian dari Kadishub Kota Tanjungpinang,” ujarnya.

Baca Juga :  80 Ribu Warga Belum Masuk BPJS Kesehatan

Sambung dia, dulu, Dishub berani menargetkan pendapatan Rp 1,3 miliar karena akan menerapkan sistem stiker dari yang sekarang masih karcis. Ia mengaku heran dengan sikap Dishub yang tak kunjung menerapkan sistem stiker. Padahal, 2016 lalu tepatnya Februari sudah disosialisasikan kepada ASN akan diterapkan. ”Kemarin kan sudah uji coba mau diterapkan sama ASN. Tetapi sampai sekarang tidak ada kabar lagi mengenai karcis stiker tersebut. Heran juga,” paparnya.

Ia menilai pendapatan dari retribusi parkir masih kecil. Meskipun sudah lebih baik dari sistem sebelumnya. Namun masih banyak kebocoran pendapatan. ”Menurut saya pengawasan dari Dishub masih kurang. Jadi penerimaan dari retribusi parkir belum maksimal,” paparnya.

Baca Juga :  Lis Imbau Lurah dan Camat Ikut Pantau Harga

Untuk itu ia menyarankan, Dishub segera menerapkan sistem stiker. Meskipun sistem karcis tetap di jalankan. ”Di Perda sudah sangat jelas mengatur hal ini. Sangat heran kalau tidak bisa direalsiasikan, masyarakat jadi beranggapan ada apa dengan Dishub,” tuturnya.

Kata dia,dengan sistem stiker diterapkan, maka pendapatan parkir yang pasti setiap bulan sudah ada. Serta diharapkan mengurangi kebocoran penerimaan. Terkait sistem pembayaran juru parkir dapat dibahas. Apakah perbulan atau perminggu seperti yang saat ini diterapkan. Ia menilai sistem stiker masih lebih baik dari pada sistem karcis. Cara ini dinilai yang tepat menekan kebocoran iuran parkir dengan sistem demikian. Ada puluhan ribu kendaraan di Tanjungpinang yang berpotensi memberikan retribusi.

Baca Juga :  Data Warga Belum Rekam KTP Terancam Diblokir

Sementara itu, Kepala Dishub Kota Tanjungpinang, Bambang menuturkan target belum terealisasi. Serta di 2018 ini, targetnya masih sama. Terkait hal ini, ia mengaku anggota DPRD pun belum pernah mempertanyakan secara langsung.(DESI LIZA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here