Pengamanan Selat Malaka Makin Kuat

0
585
UPACARA adat Melayu atas kedatangan dua unit pesawat Cassa oleh Komandan Puspenerbal Laksamana Pertama TNI Dwika Tjahja di Wing Udara II Tanjungpinang, kemarin. f-istimewa/humas pemprov kepri

TANJUNPINANG – Wing Udara II pusat penerbangan TNI Angkatan Laut Tanjungpinang mendapatkan dua unit pesawat Casa NC 212 P-8201 dan P-8202 dari Mabes TNI. Bantuan tersebut dimaksudkan untuk menunjang pengamanan udara di wilayah maritim bagian barat Indonesia.

Komandan Puspenerbal Laksamana Pertama TNI Dwika Tjahja mengatakan, alibina pesawat udara Casa NC 212 dua pesawat P-8201 dan P-8202 dari Wing Udara II Juanda ke Wing Udara II Tanjungpinang. ”Dengan adanya penambahan pesawat maka Wing Udara II sudah mempunyai tiga pesawat dengan jenis yang sama,” katanya, kemarin.

Sudah saatnya Wing Udara II ini menjawab semua permasalahan yang ada di wilayah barat khususnya Kepri, sehingga perlu menambahkan kekuatan alutsista. ”Tugas dan tanggung jawab Wing Udara II dalam rangka mengamankan perairan ini cukup tinggi sehingga perlu dukungan sarana dan prasarana alutsista,” katanya.

Dwika menyebutkan, penambahan pesawat ini diharapkan dapat mendukung operasi laut dalam melaksanakan patroli maritim baik dari kualitas dan kuantitas dalam rangka mengamankan wilayah barat Indonesia.

Luas wilayah kerja Wing Udara II sangat luas dengan potensi tingkat kerawanan dan ancaman berupa pelanggaran wilayah kedaulatan dan hukum di laut perlu tindakan yang cepat. ”Selat Malaka sebagai jalur pelayaran internasional yang strategis perlu jaminan pengamanan bagi kapal-kapal yang melintas,” ujarnya.

Ia melanjutkan, pesawat ini khusus didesain untuk patroli di daerah maritim dilengkapi dengan prasarana dan sarana sensor yang bisa menangkap objek yang ada di permukaan dari ketinggian. ”Di depan ada kamera yang bisa mengambil gambar dari ketinggian dan bisa mengindentifikasi,” jelasnya.

Menurutnya, di bagian depan pesawat lebih panjang dikarenakan ada radar yang bisa menyapu target yang ada di permukaan dan bisa tracking. ”Dengan itu kita bisa mendapatkan nama kapal dan tujuannya, semua ini digunakan pada saat melakukan patroli,” tuturnya.

Danlantamal IV R Eko Suyatno mengatakan, bantuan itu menambah kekuatan alutsista yang ada di jajaran Koarmada I. Sebagai satuan wilayah, pihaknya tetap akan mengkomunikasikan seluruh aset di jajaran angkatan laut. ”Tentunya petunjuk dan perintah ada di Panglima Kormada I,” tuturnya.

Ia mengatakan, pemaksimalan operasional bisa dilakukan dengan adanya identifikasi terlebih dahulu patroli maritim bergerak. Setelah mendapatkan data sudah falid baru tim WFQR IV beraksi. ”Ini konsep operasi yang akan kita kembangkan ke depannya,” jelasnya.

Menurutnya, bentangan selat Malaka sangat panjang, sehingga kalaupun KRI melakukan patroli terlalu lama memakan waktu lebih baik menggunakan patroli melalui udara. ”Apa bila ada target target operasi yang dicari maka kita mengedepankan unsur udara,” ujarnya. (ray)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here