Pengamat Nilai Pemilu Tanjungpinang Sepi

0
55
Bawaslu bersama jajarannya serta dibantu oleh Satpol PP Bintan saat menertibkan APK yang ilegal di wilayah Kecamatan Bintan Timur. Sebulan setelah kampanye, KPU belum mampu mengadakan APK untuk partai politik. Diperkirakan akhir Desember APK dari KPU dipasang. F-Andri Dwi S/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – Pengamat politik dari Stisipol Raja Haji Tanjungpinang Endri Sanopaka mengatakan, kondisi pemilu di Tanjungpinang sepi seperti bukan di tahun politik.

”Macam tidak ada pemilu saja. Padahal, tanpa kita sadari pesta demokrasi sedang berlangsung,” kata pengamat Endri kepada Tanjungpinang Pos, Selasa (23/10).

Kenapa tidak ada Pemilu. Karena kata Endri, salah satunya Alat Peraga Kampanye (APK) milik peserta Pemilu telah ditertibkan dan diturunkan oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu). Karena badan pengawas menganggap APK yang dipasang peserta Pemilu telah melanggar aturan.

Ini hal yang wajar. Kenapa? Karena informasi yang diterimanya, para caleg maupun peserta Pemilu lainnya, kurang mengerti dan tidak paham aturan yang berlaku di Pemilu serentak tahun 2019. Baik itu aturan dimiliki KPU maupun Bawaslu.

Artinya, KPU serta Bawaslu kurang melakukan sosalisasi terkait aturan yang berlaku. Salah satunya APK. Mulai dari ukuran, desain sampai dengan meletakkan atau memasang APK telah diatur.

Tapi, peserta Pemilu bingung untuk mengikuti aturan tersebut. Karena dua penyelenggara Pemilu masing-masing menerapkan peraturan terhadap Pemilu. Seperti KPU menerapkan PKPU. Sedangkan Bawaslu berpatokan dengan UU dan Perbawaslu.

”Artinya apa. KPU dan Bawaslu menunjukkan egonya. Sehingga berhasil membuat peserta Pemilu kebingungan,” ucap dia.

Ia sarankan, KPU serta Bawaslu dan peserta Pemilu duduk bersama untuk membahas terkait Pemilu serentak tahun 2019. Baik itu mulai dari aturan main pemilu dan sebagainya.

Karena dirinya yakin, caleg atau peserta pemilu membuat hingga cetak APK yang dipasangnya dibuat menerik. Sehingga ada daya tarik dari masyarakat yang memiliki hak pilih untuk memilihnya.

”Suasana hari ini terasa seperti di pemilu sebelumnya. Sepi seperti tidak ada Pemilu. Dan bisa berdampak partisipasi rendah nanti kalau didiamkan,” sebut dia. (dri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here