Pengamat Sebut Calon Independen Pesimis Lolos

0
571

Kemarin, Rabu (10/1) merupakan hari terakhir pendaftaran pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang di KPU Tanjungpinang. Ada tiga pasangan calon yang mendaftar. Yakni, H Syahrul-Rahma, Lis Darmansyah-Maya Suryanti dan Edi Saprani-Edy Susanto.

TANJUNGPINANG – Pasangan calon Wali Kota Tanjungpinang H Syahrul-Rahma mendaftar pada Senin(8/1). Pasangan ini diusung oleh Golkar, Gerindra dan PKS dan didukung oleh PKB dan PBB. Yang mendaftar di hari terakhir adalah pasangan Lis-Maya yang oleh PDIP, Hanura, Demokrat, PPP dan PKPI. Disusul pasangan Edi-Edy yang maju melalui jalur perseorangan atau independen.

Menurut pengamat politik dari Stisipol Raja Haji Tanjungpinang, Endri Sanopaka, ia pesimis pasangan independen bakal lolos verifikasi. Meski masih ada masa perbaikan dukungan 18-20 Januari sebelum ditetapkan sebagai calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota oleh KPU 12 Februari mendatang. ”Saya pesimis calon independen lolos meskipun saya llihat KPU memberikan harapan,” kata Endri Sanopaka, kemarin.

Baca Juga :  Ingin Soerya Nakhodai Kepri

Kata dia, bila KPU meloloskan pasangan calon independen, keputusan KPU nanti bisa dipertanyakan, karena bakal dinilai tidak transparans dalam melakukan verifikasi. Informasi yang Endri terima, paslon Edi-Edy telah menyerahkan dukungan ke KPU berjumlah 15.467. Setelah dilakukan verifikasi administrasi, hanya 9.029 dukungan yang memenuhi syarat.

Ada 6.438 dukungan tidak memenuhi syarat. Sedangkan syarat minimal yang harus dipehuhi calon 14.621 dukungan memenuhi syarat. Aturannya, bila 6.438 kekurangan dukungan maka paslon Edy-Edi ini harus mencari dokumen dukungan sebanyak 12.876 dukungan lagi.

Ini berdasarkan PKPU Nomor 3 tahun 2017 tentang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan Walikota dan Wakil Walikota. Terutama di Pasal 57 ayat 1 yakni perbaikan syarat dukungan bagi bakal pasangan perseorangan sebagaimana dimaksud dalam pasal 54 ayat 2, dilakukan dengan ketentuan, huruf a, jumlah perbaikan dukungan yang disertai paling sedikit dua kali lipat dari jumlah kekurangan dukungan.

Baca Juga :  PAN Belum Putuskan Dukungan di Pilwako 2018

Di huruf b-nya, dukungan yang diserahkan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, dalam berupa dukungan baru yang belum memberikan dukungan sebelumnya, kepada bakal pasangan calon manapun dan atau dukungan lama yantg telah diperbaiki antara daftar nama pendukung yang alamatnya tidak sesuai dengan wilayah administrasi PPS dan atau daftar nama pendukung yang tidak dilengkapi KTP elektronik.

Ada 6.438 dukungan tidak memenuhi persyaratan, dikalikan dua kali lipat kekuraganya jadi harus menyediakan 12.876 dukungan baru.”Kalau saya lihat di pilkada Tanjungpinang akan terjadi head to head antara Pak Lis dan Pak Syahrul,” bebernya.

Ia memprediksi pilkada Tanjungpinang bakal seru. Sebab, popularitas Lis dan Syahrul di tengah masyarakat cukup baik. Lis dan Syahrul cukup dikenal di masyarakat. Namun, elektabilitas Lis lebih unggul dibandingkan Syahrul sebelum H Syahrul mengandeng Rahma. Ini hasil survei. Tapi, setelah Syahrul mengandeng Rahma dampaknya cukup besar.

Baca Juga :  APK Tiba di Tanjungpinang

”Bisa elektabilitas Pak Syahrul akan berubah naik setelah mengandeng Rahma tak lain mantan politisi PDIP. Siapa yang bisa mencuri hati masyarakat bisa mempengaruhi masyarakat, bisa memberikan keyakinan kepada masyarakat, itulah calon yang akan ajdi pemenangnya,” bebernya.

Kata dia, kemenangan calon juga ditentukan sejauh mana partai pengusung dan pendukung bekerja untuk memenangkan calonnya. ”Wakil Wali Kota juga sangat menentukan kemenangan,” tegasnya.(ABAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here